Kota Berketahanan Iklim
yang Inklusif

Kupang

Simak: Lembar Fakta Kota Kupang

__

Dampak perubahan iklim akan memperburuk masalah akses dan ketersediaan air yang telah lama dihadapi warga di Kota Kupang. Kolaborasi antara Pemerintah Kota Kupang dan Climate Resilient and Inclusive Cities mencoba mencari jalan keluar dari masalah ini.

Kota Kupang memekarkan diri dari Kabupaten Kupang pada tahun 1996. Kendati kedua wilayah ini dipisahkan oleh batas administrasi, namun keduanya memiliki karakteristik biofisik yang sama yang didominasi oleh lahan kering, serta mengalami curah hujan rendah dengan empat bulan musim basah dan delapan bulan musim kering dalam setahun. Warga Kota Kupang bergantung pada sumber air bawah tanah dan permukaan untuk memperoleh air. Seluruh sumber air permukaan mengalir dari kawasan hulu di Kabupaten Kupang.

Warga Kota Kupang memenuhi kebutuhan air melalui PDAM, sumur bor pribadi, jasa tangki air swasta dan depo air. Sebagai operator yang dikelola negara, PDAM baru mampu menyediakan air melalui jaringan pipa kepada 24% dari 470.000 populasi Kota Kupang. Untuk memenuhi kebutuhan air, warga membeli air dari pihak swasta seharga Rp 100.000 per 5.000 liter.

Isu akses dan ketersediaan air dipahami betul oleh Pemerintah Kota Kupang yang telah menyiapkan beberapa langkah untuk mengatasinya.

  • Komitmen tinggi Walikota – Walikota berkomitmen untuk mengatasi masalah akses air, salah satunya mendorong kerja sama dan kolaborasi pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Kali Dendeng dengan Kementerian PUPR.
  • PDAM Kota Kupang menjalin kerja sama dengan pemilik sumur bor swasta untuk mengelola air yang dapat dialirkan ke rumah-rumah warga.
  • Program penanaman pohon digalakkan sebagai solusi jangka panjang untuk menambah daerah resapan air. Selain itu, pemerintah mempromosikan program tanam air, yaitu pembuatan lubang resapan di pekarangan rumah.

 

Artikel terkait:

 

 

Foto: Maria Serenade

Google Map id:

Share This

CRIC
Kerjasama unik antara kota, pejabat, organisasi masyarakat sipil, dan akademisi menuju kota yang tangguh dan inklusif.

Didanai oleh UE

CRIC
Proyek ini didanai oleh Uni Eropa

Kontak

Aniessa Delima Sari

Pascaline Gaborit