Pengetahuan

Bacaan

Selamat datang di Halaman Bacaan kami, di mana Anda akan menemukan koleksi berita, blog, dan acara-acara kami yang telah dikurasi. Jelajahi berbagai topik yang dirancang untuk menginspirasi dan memberi informasi, menawarkan perspektif dan ide berharga yang dapat Anda nikmati kapan saja.

Readings

Blog

Perubahan iklim saat ini sudah ada di depan mata kita, bahkan sudah terjadi. Seperti yang kita ketahui, suhu global telah meningkat sebesar 1° Celcius dalam satu abad terakhir ini.) Hal ini berdampak pada naiknya permukaan air laut, mencairnya gletser, cuaca yang tidak menentu, dan kekurangan pangan di seluruh dunia. Isu-isu ini menjadi diskusi hangat bagi semua [...]

Negara-negara yang meratifikasi Persetujuan Paris akan bertolak ke Sharm el-Sheikh, Mesir untuk menghadiri COP 27 yang akan berlangsung dari 6-18 November 2022. Conference of Parties atau COP adalah mekanisme pembuatan keputusan tertinggi dalam Persetujuan Paris, di mana semua negara (193 negara ditambah Uni Eropa) meninjau implementasi dari kovenan ini.

Global Assessment Report on Disaster Risk Reduction 2022, berjudul "Our World at Risk: Transforming Governance for a Resilient Future" yang diterbitkan oleh Kantor PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana (UNDRR) menjelaskan bagaimana bias manusia dan proses keputusan mempengaruhi efektivitas pengurangan risiko bencana.

Berita

Empat Walikota terpilih di Pilkada 2020 menandatangani Komitmen Walikota, Senin (31/5), untuk mewujudkan kebijakan dan program pembangunan di daerah yang berketahanan iklim dan rendah karbon. Komitmen ini menandai peran strategis kota untuk mendukung komitmen global Indonesia dalam pencapaian target Nationally Determined Contributions (NDCs) guna mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% dengan upaya sendiri dan 41% dengan dukungan internasional pada 2030.

Empat Walikota yang terpilih dalam Pilkada 2020 akan memaparkan program-program perubahan iklim dan menyatakan komitmen mereka terhadap pembangunan yang berketahanan iklim dalam kegiatan “Dialog Kebijakan Ketahanan Iklim dan Penandatanganan Komitmen Walikota untuk Perubahan Iklim,” hari Senin (31/5), pukul 10 WIB.

Proyek Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) berhasil menyelenggarakan kunjungan kehormatan secara virtual dengan Direktorat Jenderal Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada hari Jumat (30/4) dalam rangka memperkuat kolaborasi yang sedang berlangsung untuk membangun ketahanan terhadap perubahan iklim.

Wilayah pesisir yang berada di dataran rendah rentan terhadap bencana seperti kenaikan muka air laut, angin topan hingga banjir rob. Kawasan pesisir, seperti yang ada di Indonesia, terletak di bawah permukaan air laut. Kerentanan wilayah pesisir kian diperparah dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi juga faktor-faktor seperti penurunan permukaan tanah, infiltrasi air laut dan kelangkaan air. Dibutuhkan aksi yang segera untuk mengatasi dampak perubahan iklim di kawasan pesisir.

Ada konsensus yang muncul tentang perubahan iklim sebagai ancaman utama abad ini. Bencana yang dipicu oleh perubahan iklim adalah

Pada tanggal 19 Maret 2021, Kota Berketahanan Iklim dan Inklusif mengadakan lokakarya tentang peningkatan kapasitas pesisir untuk mendukung solusi tangguh iklim terhadap bencana. Acara yang diselenggarakan oleh Pilot4Dev dengan dukungan dari UCLG ASPAC ini menghadirkan solusi dari para ahli dari Eropa, Indonesia, dan India untuk membantu pemerintah daerah di kota-kota pesisir dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim.  Acara yang dihadiri oleh lebih dari 80 peserta termasuk pembicara dan panelis ini berlangsung dengan sukses dan menarik minat yang cukup besar dari kota-kota yang berpartisipasi. 

Tata kelola iklim adalah inti dari aksi iklim. Di Kota Cirebon, Jawa Barat, Walikota Drs. H. Nashrudin Azis, SH menegaskan kembali komitmennya untuk mengatasi perubahan iklim melalui promosi upaya pengelolaan sampah yang kolaboratif dan berbasis masyarakat.

Kota-kota di Indonesia diproyeksikan akan menampung setidaknya 72,9% dari total populasi pada tahun 2045. Pertumbuhan kota akan membawa tantangan terkait upaya pemenuhan hak dan layanan dasar bagi kota, terutama di tengah perubahan iklim. Perubahan iklim telah berdampak pada peningkatan bencana hidrometeorologis dan tren ini diprediksi akan meningkat dengan kenaikan temperatur permukaan di seluruh wilayah Indonesia.