Tentang Kami

Tentang Proyek Climate Resilient and Inclusive Cities

Thumbnail Video Profile CRIC
Siapa Kita?

Climate Resilient and Inclusive Cities

Proyek CRIC merupakan inisiatif lima tahun yang didanai bersama oleh Uni Eropa, yang bertujuan untuk menciptakan kerja sama yang langgeng di antara kota-kota dan pusat-pusat penelitian di Eropa, Asia Selatan (India, Nepal, Bangladesh), dan Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand).

Kami berkolaborasi dengan UCLG ASPAC, Pilot4DEV, ACR+, ECOLISE, AIILSG, dan Universitas Gustave Eiffel. Proyek ini berfokus pada pembangunan perkotaan yang berkelanjutan, tata kelola yang baik, serta adaptasi dan mitigasi iklim melalui kemitraan dan perangkat seperti rencana aksi lokal, sistem peringatan dini, serta strategi pengelolaan kualitas udara dan limbah, yang dikembangkan melalui konsultasi dengan para ahli.

Kelompok sasaran meliputi pemerintah daerah, pemangku kepentingan perkotaan, dan organisasi yang bekerja di bidang ketahanan iklim dan tata kelola pemerintahan yang inklusif. Penerima manfaat akhir adalah masyarakat lokal, termasuk perempuan, kelompok marjinal, masyarakat sipil, dan sektor swasta.

Tujuan Proyek

Proyek ini akan mendukung transisi menuju sistem produksi dan konsumsi yang lebih efisien sumber daya. Proyek ini akan mengembangkan sistem peringatan dini untuk kota-kota yang dipilih, dan analisis sumber utama polusi.

Ketahanan dan Aksi Lingkungan

Kemakmuran dan Inovasi di kota, inovasi, budaya, desain, dan identifikasi mekanisme pembiayaan yang berkelanjutan.

Kesejahteraan dan Inovasi di Kota

Akan dikembangkan dengan pertukaran pengetahuan dan pelatihan bersama di antara negara-negara dari Asia Selatan dan Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Vietnam, Filipina, India, dan Nepal).

Promosi Kerja Sama Triangular

Terus mempromosikan tata kelola pemerintahan yang baik, serta kerangka kebijakan dan hukum yang diperlukan untuk mengimplementasikan kebijakan perkotaan.

Untuk Memperkuat Tata Kelola yang Baik

Mitigasi dan adaptasi iklim dapat dicapai dengan pemahaman yang lebih baik mengenai sumber daya lokal dan pemberdayaan masyarakat.

Penggunaan Sumber Daya Berkelanjutan oleh Kota

Proyek ini akan memberikan perhatian khusus pada masalah permukiman informal, migran pedesaan dan marjinalisasi.

Kohesi Sosial dan Kota Inklusif

  • To strengthen good governance: continued promotion of good governance, and the necessary policy and legal frameworks to implement urban policies.

  • The sustainable use of resources by cities: climate mitigation and adaptation can be achieved by a better understanding of local resources, and the empowerment of people.

  • Social cohesiveness and inclusive cities: the project will pay a special attention to the question of informal settlements, rural migrants and marginalisation.

  • Resilience and actions for the environment: the project will support the transition to more resource efficient systems of production and consumption. It will develop early warning systems for the selected cities, and an analysis of the main sources of pollution.

  • Kemakmuran dan Inovasi di kota, inovasi, budaya, desain, dan identifikasi mekanisme pembiayaan yang berkelanjutan.

  • The promotion of triangular cooperation: will be developed with knowledge exchange and joint trainings among countries from the South and Southeast Asia (Indonesia, Malaysia, Vietnam, Philippines, India, and Nepal).

Hasil Program

Dampak dan Hasil Proyek Kami

Dalam upaya menjawab tantangan-tantangan mendesak terkait perubahan iklim dan inklusivitas perkotaan, Proyek Kota Inklusif Berketahanan Iklim (Climate Resilience Inclusive Cities/CRIC) dirancang untuk memfasilitasi kerja sama yang berkelanjutan antara kota-kota dan pusat-pusat penelitian di Eropa dan Asia Tenggara. Inisiatif yang berlangsung selama lima tahun ini memfokuskan kegiatannya pada pembangunan kota yang berkelanjutan, tata kelola pemerintahan yang baik, serta adaptasi terhadap perubahan iklim melalui implementasi perangkat-perangkat strategis seperti rencana aksi lokal dan sistem peringatan dini.

Lebih lanjut, proyek ini menekankan pada peningkatan inklusivitas sosial dengan menangani isu-isu krusial yang berkaitan dengan pemukiman informal dan masyarakat yang terpinggirkan. Kelompok sasaran dari proyek ini meliputi pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan perkotaan, dengan spektrum penerima manfaat yang luas, mulai dari masyarakat lokal hingga sektor swasta. Melalui kolaborasi yang erat, mereka bersama-sama berupaya untuk mewujudkan lingkungan perkotaan yang lebih tangguh dan berkeadilan.

Proyek Ini Dibangun di Atas 3 Pilar Utama

Windmill

01

Produksi dan Pertukaran Pengetahuan

Pilar pertama berfokus pada pengembangan dan pertukaran pengetahuan perkotaan. Proyek ini akan menghasilkan laporan analisis kota (Urban Analysis Reports), memperkuat analisis, dan memfasilitasi pertukaran pengetahuan antara kota-kota di Eropa, Indonesia, dan wilayah Asia lainnya. Upaya ini dapat meningkatkan kolaborasi serta mendorong berbagi pengetahuan atau knowledge sharing.

02

Rencana Aksi Lokal untuk Kota Berketahanan Iklim dan Inklusif

Pilar kedua memperkuat kapasitas kota dan pemerintah daerah dan/atau kota dalam merancang serta menerapkan kebijakan yang inklusif, seperti melalui Rencana Aksi Iklim (CAP). Pilar ini meningkatkan akses dan kualitas layanan dasar serta infrastruktur, memperbaiki pengelolaan limbah dan polusi udara, mendorong Pembangunan kota yang hijau dan rendah karbon, serta memperkuat manajemen bencana.

03

Komunikasi dan Pengembangan Kapasitas

Pilar ketiga meningkatkan kepasitas kota dalam segi kelembagaan, keuangan dan administrative. Pilar ini mendorong kolaborasi antara pemerintah, bisnis, dan Masyarakat untuk meningkatkan pengambilan Keputusan, mendorong penggunaan teknologi pintar, serta mendukung kemitraan publik-swasta di tingkat lokal.