31 Mei: Penandatanganan Komitmen Walikota dan Dialog Kebijakan Perubahan Iklim

31 Mei: Penandatanganan Komitmen Walikota dan Dialog Kebijakan Perubahan Iklim

Diterbitkan
Kategori
Penulis
Bagikan

Empat Walikota yang terpilih dalam Pilkada 2020 akan memaparkan program-program perubahan iklim dan menyatakan komitmen mereka terhadap pembangunan yang berketahanan iklim dalam kegiatan “Dialog Kebijakan Ketahanan Iklim dan Penandatanganan Komitmen Walikota untuk Perubahan Iklim,” hari Senin (31/5), pukul 10 WIB.

Pemerintah daerah yang menyelenggarakan Pilkada 2020 lalu tengah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. Latar Belakang ini yang mendasari perlunya upaya untuk mengintegrasikan ketahanan iklim dalam dokumen perencanaan kota. Terutama di masa ketika Indonesia tengah berpacu dengan waktu untuk memenuhi target NDC (Nationally Determined Contribution) untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29% dengan upaya sendiri dan 41% dengan dukungan internasional pada tahun 2030. Dengan waktu kurang dari satu dekade, kota-kota di Indonesia harus berkontribusi untuk mewujudkan komitmen politik menjadi aksi perubahan iklim yang konkret.

Untuk itu, Climate Resilient and Inclusive Cities Project akan mengadakan kegiatan hybrid yang akan mempertemukan Walikota Ternate, Bandar Lampung, Mataram, Samarinda dan para pengambil kebijakan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kegiatan ini mencoba memfasilitasi dialog antara pemerintah tingkat kota dan nasional guna memperkuat tata kelola perubahan iklim, serta mendorong pemerintah kota untuk menegaskan komitmen mereka terhadap pembangunan berketahanan iklim.

Kegiatan offline akan berlangsung dengan peserta terbatas.

Zoom: http://bit.ly/CRICdialogue31Mei2021 

Registrasi: http://bit.ly/CRICdialogue

YouTube live streaming: @Climate Resilient and Inclusive Cities

Pembukaan:

  • Sekretaris-Jenderal UCLG ASPAC Dr. Bernadia Irawati Tjandradewi
  • Henriette Faergemann, First Counsellor for Environment, Climate and Digital European Union Delegation to Indonesia and Brunei Darussalam
  • Direktur Adaptasi Perubahan Iklim KLHK Drs. Sri Tantri Arundhati, M.Sc.


Walikota yang hadir::

  • Walikota Mataram Mohan Roliskana, S.Sos., M.H
  • Walikota Ternate M. Tauhid Soleman
  • Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana S.E., M.Si
  • Walikota Samarinda H Andi Harun


Moderator: Sri Indah Wibi Nastiti – General Manager of APEKSI.

Agenda

  • 10:00 – 10:40 -- Pembukaan
  • 10:40 – 11:00 -- Penandatanganan Komitmen Walikota dan Penyerahan Laporan Kajian Perkotaan
  • 11:15 – 12:10 -- Dialog Kebijakan

Posting Terkait

UCLG ASPAC, through the CRIC Project, engaged representatives from local governments, technical experts, and members of working groups from the 10 CRIC pilot cities to visit and learn from Banyumas’ community-driven and integrated waste management system, which serves as a model for decentralised climate action. Banyumas has made significant strides in solid waste management, in […]

The Climate Resilience and Innovation Forum (CRIF) 2025, in partnership with the Jakarta Special Capital Region and with support from the European Union brought together over 300 participants from across Asia and Europe to accelerate local climate action, the event marked the conclusion of the Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) Project. Held in Jakarta, […]

Sustainable climate action in cities could be catalysed with the help of financing. Recognising this, the UCLG ASPAC-implemented Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) Project held its fourth Panel of Experts was in Kochi, Kerala, India from 4-6th February 2025 at the Marriott Hotel.  Organised in collaboration with the All-India Institute of Local Self-Government (AIILSG) […]

Panel Ahli Tematik CRIC, dengan tema "Menuju Kota yang Inklusif dan Tangguh: Ekosistem dan Pengelolaan Sampah untuk Masa Depan yang Berkelanjutan," diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, Indonesia pada tanggal 28-31 Oktober 2024.