Kota Gorontalo Laksanakan Pelatihan Adaptasi Iklim CRIC Pertama

Kota Gorontalo Laksanakan Pelatihan Adaptasi Iklim CRIC Pertama

Diterbitkan
Kategori
Penulis
Bagikan

Kota Gorontalo mendapatkan Pelatihan Rencana Aksi Adaptasi Perubahan Iklim pertama (A1) dari Proyek Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC). Pelatihan ini berlangsung dari tanggal 2 hingga 8 Juni 2022, di Gorontalo, Sulawesi Utara. Pelatihan adaptasi iklim ini didukung oleh 2 badan riset Indonesia yaitu CCROM dan Universitas IPB.

Ada dua topik utama dalam Pelatihan Rencana Aksi Iklim CRIC. Pelatihan dilaksanakan selama 14 hari untuk setiap kota pelopor (pilot city), berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Topik-topik pelatihan mencakup: pelatihan Mitigasi Perubahan Iklim yang memiliki 3 sub-topik yaitu: inventarisasi gas rumah kaca (M1) selama 2 hari, penghitungan baseline inventarisasi GRK (M2) selama 2 hari dan diskusi inventarisasi GRK, baseline dan rencana aksi mitigasi iklim (M3) selama 3 hari. Gorontalo sebelumnya telah melaksanakan semua seri pelatihan mitigasi iklim (M1-M3) dari bulan Agustus 2021 hingga April 2022.

Topik kedua pelatihan CRIC adalah Adaptasi Perubahan Iklim yang mencakup dua sub-topik: landasan sains perubahan iklim, perhitungan kerentanan dan risiko (A1) selama 4 hari serta diskusi kerentanan dan risiko serta rencana adaptasi iklim (A2) selama 3 hari.

Pelatihan A1 Gorontalo dihadiri oleh 71 peserta (35 laki-laki dan 36 perempuan) dari berbagai institusi pemerintah daerah. Setelah pelatihan A1 berakhir, Gorontalo akan mendapatkan pelatihan adaptasi perubahan iklim kedua yang dijadwalkan dari tanggal 18 hingga 22 Agustus 2022. Semua kegiatan peningkatan kesadaran dan kapasitas ini diperlukan untuk membantu pemerintah-pemerintah daerah menciptakan rencana aksi iklim spesifik berdasarkan profil risiko dan peluang di wilayah masing-masing agar bisa menyumbang inisiatif mitigasi dan adaptasi secara nasional. 

–##–

Kontributor: Aniessa Delima Sari (UCLG ASPAC Regional Project Manager), Muhamad Rizki Satria (CRIC Field Officer for Gorontalo and Ternate), Ananda Murti Adyatama (CRIC Internship), Abimanyu Arya (CRIC Internship), Aditya Pratama Nugraha Akbar (CRIC Project Internship).

Posting Terkait

UCLG ASPAC, through the CRIC Project, engaged representatives from local governments, technical experts, and members of working groups from the 10 CRIC pilot cities to visit and learn from Banyumas’ community-driven and integrated waste management system, which serves as a model for decentralised climate action. Banyumas has made significant strides in solid waste management, in […]

The Climate Resilience and Innovation Forum (CRIF) 2025, in partnership with the Jakarta Special Capital Region and with support from the European Union brought together over 300 participants from across Asia and Europe to accelerate local climate action, the event marked the conclusion of the Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) Project. Held in Jakarta, […]

Sustainable climate action in cities could be catalysed with the help of financing. Recognising this, the UCLG ASPAC-implemented Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) Project held its fourth Panel of Experts was in Kochi, Kerala, India from 4-6th February 2025 at the Marriott Hotel.  Organised in collaboration with the All-India Institute of Local Self-Government (AIILSG) […]

Panel Ahli Tematik CRIC, dengan tema "Menuju Kota yang Inklusif dan Tangguh: Ekosistem dan Pengelolaan Sampah untuk Masa Depan yang Berkelanjutan," diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, Indonesia pada tanggal 28-31 Oktober 2024.