Pangkalpinang – Sinergi Hulu dan Hilir untuk Antisipasi Banjir

Pangkalpinang – Sinergi Hulu dan Hilir untuk Antisipasi Banjir

Diterbitkan
Kategori
Penulis
Bagikan

Pangkalpinang adalah kota yang rawan banjir. Kawasan Kampung Bintang, kecamatan Rangkui menjadi wilayah yang terdampak paling buruk dengan 49 peristiwa banjir pada 2019.

Berkurangnya resapan air di hulu, sedimentasi, limbah dan drainase, memperburuk dampak dari tiga sungai yang mengalir melalui topografi kota yang rendah. Pemerintah Kota Pangkalpinang beradaptasi dengan perubahan iklim dan berupaya mengembangkan sistem peringatan dini untuk mengatasi banjir, dengan bantuan Climate Resilient and Inclusive Cities (Proyek CRIC), dan para ahli Eropa.

Posting Terkait

UCLG ASPAC, through the CRIC Project, engaged representatives from local governments, technical experts, and members of working groups from the 10 CRIC pilot cities to visit and learn from Banyumas’ community-driven and integrated waste management system, which serves as a model for decentralised climate action. Banyumas has made significant strides in solid waste management, in […]

The Climate Resilience and Innovation Forum (CRIF) 2025, in partnership with the Jakarta Special Capital Region and with support from the European Union brought together over 300 participants from across Asia and Europe to accelerate local climate action, the event marked the conclusion of the Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) Project. Held in Jakarta, […]

Sustainable climate action in cities could be catalysed with the help of financing. Recognising this, the UCLG ASPAC-implemented Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) Project held its fourth Panel of Experts was in Kochi, Kerala, India from 4-6th February 2025 at the Marriott Hotel.  Organised in collaboration with the All-India Institute of Local Self-Government (AIILSG) […]

Panel Ahli Tematik CRIC, dengan tema "Menuju Kota yang Inklusif dan Tangguh: Ekosistem dan Pengelolaan Sampah untuk Masa Depan yang Berkelanjutan," diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, Indonesia pada tanggal 28-31 Oktober 2024.