Ketahanan dan Penanggulangan Bencana Iklim di Perkotaan: Antara Perubahan Transformatif dan Konflik

Ketahanan dan Penanggulangan Bencana Iklim di Perkotaan: Antara Perubahan Transformatif dan Konflik

Diterbitkan
Kategori
Penulis
Bagikan

Baca artikel Pascaline Gaborit (Direktur, Pilot4DEV) terbaru, “Resilience and Climate Disaster Management in Cities: Transformative Change and Conflicts”, di Journal of Peace Building and Development pada 24 November 2022. Journal of Peace Building and Development, 24 November 2022.

Artikel ini membahas strategi ketahanan wilayah, respons penanggulangan bencana iklim di perkotaan, serta dampaknya dalam hal adaptasi iklim dan perubahan transformatif. Pascaline berpendapat, semakin maraknya penggunaan konsep ketahanan telah menyamarkan antara ambisi dan solusi dalam mengimplementasikan solusi adaptasi iklim yang lebih baik, lebih adil, dan lebih dapat dipercaya.

Para pemangku kepentingan kota harus melakukan trade-off antara kurangnya fasilitas, pendanaan yang dapat diakses, dan kapasitas yang terbatas guna mengatasi berbagai tantangan yang ada. Populasi rentan dan masyarakat miskin tetap menjadi kelompok yang terpapar bencana iklim.

Kurangnya kejelasan dalam mekanisme penggunaan lahan, serta berbagai hambatan untuk menciptakan solusi adaptasi iklim, berpotensi memicu konflik sosial. Dialog multi-pemangku kepentingan, kerja sama, keterlibatan lokal, dan perhatian internasional yang terus menerus diperlukan untuk membawa perubahan transformatif guna menciptakan ketahanan lokal, dan menumbuhkan kepercayaan yang cukup dalam merespons bencana iklim.

Baca artikel lengkap secara daring di sini (https://journals.sagepub.com/doi/epdf/10.1177/15423166221128793) atau kirimkan surel ke Pilot4DEV's dengan alamat - contact@pilot4dev.com

Posting Terkait

UCLG ASPAC, through the CRIC Project, engaged representatives from local governments, technical experts, and members of working groups from the 10 CRIC pilot cities to visit and learn from Banyumas’ community-driven and integrated waste management system, which serves as a model for decentralised climate action. Banyumas has made significant strides in solid waste management, in […]

The Climate Resilience and Innovation Forum (CRIF) 2025, in partnership with the Jakarta Special Capital Region and with support from the European Union brought together over 300 participants from across Asia and Europe to accelerate local climate action, the event marked the conclusion of the Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) Project. Held in Jakarta, […]

Sustainable climate action in cities could be catalysed with the help of financing. Recognising this, the UCLG ASPAC-implemented Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) Project held its fourth Panel of Experts was in Kochi, Kerala, India from 4-6th February 2025 at the Marriott Hotel.  Organised in collaboration with the All-India Institute of Local Self-Government (AIILSG) […]

Panel Ahli Tematik CRIC, dengan tema "Menuju Kota yang Inklusif dan Tangguh: Ekosistem dan Pengelolaan Sampah untuk Masa Depan yang Berkelanjutan," diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, Indonesia pada tanggal 28-31 Oktober 2024.