Pilot4Dev Promosikan CRIC dan Kota Percontohan di University of Liège, Belgia

Direktur Pilot4Dev Dr. Pascaline Gaborit memaparkan tentang upaya Proyek Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) dalam membangun ketahanan kota, dalam webinar yang diselenggarakan oleh University of Liège, Belgia, 9 Desember 2021. Webinar ini menekankan bahwa upaya membangun ketahanan kota adalah proses yang terus-menerus, membutuhkan keterlibatan multipihak dan sangat bergantung pada komitmen dan kemauan politik.

267 Peserta di 9 Kota Ikuti Pelatihan Rencana Aksi Iklim

267 Local Government Officials in 9 Cities Received Climate Action Plan Training

Climate Resilient and Inclusive Cities menggulirkan Pelatihan Penyusunan Rencana Aksi Iklim (RAI) yang diikuti 267 perwakilan pemerintah daerah di sembilan kota di tahun 2021. Hal ini menjadi tonggak penting dalam upaya membangun kapasitas pemerintah daerah dalam membangun ketahanan iklim. Kegiatan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya konvergensi aksi perubahan iklim dengan upaya pengurangan risiko bencana untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan.

Samarinda dan Ragam Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Pertumbuhan populasi dan ekonomi di Kota Samarinda turut membawa tantangan bagi kota ini, yakni penambahan jumlah sampah yang –jika tidak dikelola dengan baik- berdampak pada penurunan kualitas lingkungan hidup dan pelepasan emisi gas rumah kaca yang memicu pemanasan global. Namun, kota Samarinda menjawab tantangan ini dengan dua strategi kunci: kolaborasi dan inovasi.

Membenahi Sistem Peringatan Dini, Menyiapkan Kota Menghadapi Bencana Iklim

Improving Early Warning Systems, Enhancing Cities Resilience Against Climate Disaster

Dunia menyaksikan dampak yang mematikan dari cuaca ekstrem terhadap kehidupan kita pada tahun 2021. Laporan Iklim Global mendokumentasikan peningkatan kejadian bencana iklim dari belahan bumi Utara hingga Selatan. Sementara di Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah membunyikan alarm tanda bahaya akan kejadian cuaca ekstrem hingga pertengahan Desember 2021. Membenahi sistem peringatan dini menjadi salah satu strategi kunci Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) di tiga kota percontohan, Pangkalpinang, Bandar Lampung dan Ternate, untuk menyiapkan kota dan warga mengantisipasi bencana yang mengintai.

Proyek CRIC Dipresentasikan pada Acara "Urban Resilience" yang Diselenggarakan oleh Universitas Liège

The CRIC project presented at the "Urban Resilience" event organized by the University of Liège

Youssef Diab (Université Gustave Eiffel) sedang mengujicobakan program master teknik sipil di University of Liège, sebuah webinar tentang "Ketahanan Perkotaan" telah diselenggarakan untuk sekitar 15 mahasiswa teknik khusus pada tanggal 9 Desember 2021 pada pukul 13.45 (CET). Webinar ini menghadirkan 3 pembicara yang berbeda, dengan 3 latar belakang dan pengalaman yang berbeda. Pilot4DEV telah mempresentasikan proyek CRIC (Climate Resilient and Inclusive Cities) di mana Université Gustave Eiffel dan Pilot4DEV menjadi mitranya.

Media Monitoring: Pasca-COP26, Persoalan Pembiayaan Iklim Mengemuka

Media Monitoring: Post-COP26, Question of Climate Financing Looms Large

Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2021, COP26, ditutup di Glasgow, 12 November 2021, dengan seruan bagi negara-negara untuk melipatgandakan aksi iklimnya serta dorongan bagi negara maju untuk meningkatkan dukungan pembiayaan iklim bagi negara berkembang.

CRIC Mendorong Aksi Iklim yang Berbasis Pendekatan Hak Asasi Manusia

CRIC Pushes for Human Rights-Based Climate Actions

Proyek Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) berpartisipasi dalam Festival Hak Asasi Manusia 2021 dengan berbagi wawasan dan aksi dalam sesi “Komitmen Kolektif untuk Keadilan Sosial dan Lingkungan yang berlangsung Kamis (18/11). Webinar ini menyerukan urgensi untuk menyematkan pendekatan Hak Asasi Manusia dalam proses penentuan kebijakan dan aksi iklim.