Selamat datang di Halaman Bacaan kami, di mana Anda akan menemukan koleksi berita, blog, dan acara-acara kami yang telah dikurasi. Jelajahi berbagai topik yang dirancang untuk menginspirasi dan memberi informasi, menawarkan perspektif dan ide berharga yang dapat Anda nikmati kapan saja.
Pertumbuhan populasi dan ekonomi di Kota Samarinda turut membawa tantangan bagi kota ini, yakni penambahan jumlah sampah yang –jika tidak dikelola dengan baik- berdampak pada penurunan kualitas lingkungan hidup dan pelepasan emisi gas rumah kaca yang memicu pemanasan global. Namun, kota Samarinda menjawab tantangan ini dengan dua strategi kunci: kolaborasi dan inovasi.
Dunia menyaksikan dampak yang mematikan dari cuaca ekstrem terhadap kehidupan kita pada tahun 2021. Laporan Iklim Global mendokumentasikan peningkatan kejadian bencana iklim dari belahan bumi Utara hingga Selatan. Sementara di Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah membunyikan alarm tanda bahaya akan kejadian cuaca ekstrem hingga pertengahan Desember 2021. Membenahi sistem peringatan dini menjadi salah satu strategi kunci Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) di tiga kota percontohan, Pangkalpinang, Bandar Lampung dan Ternate, untuk menyiapkan kota dan warga mengantisipasi bencana yang mengintai.
Youssef Diab (Université Gustave Eiffel) sedang mengujicobakan program master teknik sipil di University of Liège, sebuah webinar tentang "Ketahanan Perkotaan" telah diselenggarakan untuk sekitar 15 mahasiswa teknik khusus pada tanggal 9 Desember 2021 pada pukul 13.45 (CET). Webinar ini menghadirkan 3 pembicara yang berbeda, dengan 3 latar belakang dan pengalaman yang berbeda. Pilot4DEV telah mempresentasikan proyek CRIC (Climate Resilient and Inclusive Cities) di mana Université Gustave Eiffel dan Pilot4DEV menjadi mitranya.
Proyek Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) berpartisipasi dalam Festival Hak Asasi Manusia 2021 dengan berbagi wawasan dan aksi dalam sesi “Komitmen Kolektif untuk Keadilan Sosial dan Lingkungan yang berlangsung Kamis (18/11). Webinar ini menyerukan urgensi untuk menyematkan pendekatan Hak Asasi Manusia dalam proses penentuan kebijakan dan aksi iklim.