Selamat datang di Halaman Bacaan kami, di mana Anda akan menemukan koleksi berita, blog, dan acara-acara kami yang telah dikurasi. Jelajahi berbagai topik yang dirancang untuk menginspirasi dan memberi informasi, menawarkan perspektif dan ide berharga yang dapat Anda nikmati kapan saja.
Pada tanggal 5-7 Maret 2024, Proyek CRIC menyelenggarakan Panel Ahli Tematik tentang Ketahanan Perkotaan dan Sistem Peringatan Dini yang diadakan di Kota Makassar, Indonesia. Perwakilan dari 10 kota percontohan CRIC, kota tuan rumah Makassar, dan kota-kota dari Proyek Urban-Act (Medan, Minahasa Utara, dan Padang) menghadiri panel tersebut. Kegiatan ini diakhiri dengan kunjungan lapangan pada tanggal 7 Maret 2024, dimana lebih dari 50 peserta mengeksplorasi implementasi konsep "Kota Tangguh" di Makassar, khususnya di
Urban Social Forum ke-10 yang diselenggarakan oleh Kota Kita pada tanggal 9-10 Desember 2023, menyediakan platform yang menarik bagi para peminat dan organisasi perkotaan. Dengan 917 peserta yang terdaftar, forum yang diselenggarakan di berbagai tempat di kota Solo, Jawa Tengah, Indonesia ini bertujuan untuk mendorong diskusi tentang berbagai isu perkotaan. Salah satu dari sekian banyak acara yang menarik adalah acara [...]
Dunia menghadapi serangkaian risiko baru dan risiko yang sudah sangat akrab di telinga. Risiko terbaru adalah kenaikan biaya hidup yang saat ini sudah mulai dirasakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Risiko ini akan mendominasi risiko global dalam dua tahun ke depan. Sementara risiko yang sudah akrab di telinga adalah risiko kegagalan aksi iklim yang akan mendominasi risiko global dalam 10 tahun ke depan. Temuan ini dilaporkan dalam Global Risks Report 2023 atau Laporan Risiko Global 2023 yang diterbitkan World Economic Forum, Rabu, 11 Januari 2023.
Plastik, sebagai sebuah bahan, dapat berbahaya bagi ekosistem dan juga kesehatan manusia. Pengelolaan dan pengolahan sampah plastik merupakan proses yang kompleks - ketika sampah plastik tidak diolah secara efisien di tempat, sampah plastik cenderung diekspor, yang sangat berdampak pada lingkungan lokal dan masyarakat di negara penerima. Ringkasan kebijakan ini mengeksplorasi dampak dari ekspor sampah plastik di Asia Tenggara dan solusi yang dapat (atau harus) diterapkan untuk mengatasinya.
Walikota Mataram H. Mohan Roliskana dan Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana yang baru terpilih untuk periode 2020-2024, secara terpisah menegaskan komitmen mereka untuk mengatasi perubahan iklim melalui keterlibatan kota dalam Proyek Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) serta mendukung upaya-upaya pengintegrasian ketahanan iklim dalam dokumen perencanaan pembangunan kota. Dalam pertemuan antara tim CRIC dengan kedua Walikota tersebut, Walikota juga berkomitmen mendukung pengembangan perangkat untuk mengatasi perubahan iklim di sektor prioritas, yakni terkait pengelolaan dan pemanfaatan sampah menjadi sumber energi di Mataram dan pengembangan sistem peringatan dini banjir di Bandar Lampung.
Dukungan keuangan menjadi isu penting dalam upaya global untuk mengatasi perubahan iklim, sebagaimana ditekankan pula dalam COP26. Hal ini terefleksikan dalam pemberitaan di media Indonesia dua bulan terakhir. Dalam Media Monitoring edisi Desember kali ini, isu pembiayaan iklim masih menjadi isu nasional, bersama juga dengan kebijakan pendukunganya. Kami menemukan pemberitaaan perubahan iklim di media berkutat dalam empat tema berikut.
Direktur Pilot4Dev Dr. Pascaline Gaborit memaparkan tentang upaya Proyek Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) dalam membangun ketahanan kota, dalam webinar yang diselenggarakan oleh University of Liège, Belgia, 9 Desember 2021. Webinar ini menekankan bahwa upaya membangun ketahanan kota adalah proses yang terus-menerus, membutuhkan keterlibatan multipihak dan sangat bergantung pada komitmen dan kemauan politik.
Climate Resilient and Inclusive Cities menggulirkan Pelatihan Penyusunan Rencana Aksi Iklim (RAI) yang diikuti 267 perwakilan pemerintah daerah di sembilan kota di tahun 2021. Hal ini menjadi tonggak penting dalam upaya membangun kapasitas pemerintah daerah dalam membangun ketahanan iklim. Kegiatan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya konvergensi aksi perubahan iklim dengan upaya pengurangan risiko bencana untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan.