Kota Bandar Lampung Menyelesaikan Pelatihan Mitigasi Terakhir, Menunjukkan Komitmen terhadap Rencana Aksi Iklim

Kota Bandar Lampung Menyelesaikan Pelatihan Mitigasi Terakhir, Menunjukkan Komitmen terhadap Rencana Aksi Iklim

Diterbitkan
Kategori
Penulis
Bagikan


Melalui pelatihan mitigasi iklim ketiga dan terakhir (M3), Proyek Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) mendukung Kota Bandar Lampung dalam menyusun dokumen Rencana Aksi Iklim (CAP).

Pada 18 hingga 20 Oktober 2023, pelatihan ini berfokus pada perhitungan emisi dasar kota serta penyusunan rencana aksi mitigasi iklim.  

Profesor Rizaldi Boer, Direktur Centre for Climate Risk and Opportunity Management in Southeast Asia and Pacific (CCROM-SEAP IPB) di Institut Pertanian Bogor (IPB), menyampaikan dalam presentasinya bahwa Kota Bandar Lampung sebelumnya telah mengembangkan berbagai penelitian dan inisiatif peningkatan kapasitas terkait iklim. Namun, tantangan utamanya adalah bagaimana mengintegrasikan dan mengimplementasikan hasil atau rekomendasi tersebut agar selaras dengan tujuan mitigasi iklim kota. 

Menurut Fitri Yanti, staf Bappeda Kota Bandar Lampung, saat ini kota sedang menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD). Diharapkan hasil dari pelatihan ini dapat segera dimunculkan agar dapat diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan sebagai salah satu indikator dan target dalam pencapaian tujuan iklim kota. 

Dalam pelatihan M3, Kelompok Kerja Iklim (Pokja) CRIC menghitung emisi GRK dasar Kota Bandar Lampung untuk sektor Energi, Pertanian, Kehutanan dan Penggunaan Lahan Lainnya (AFOLU), Limbah, serta Proses Industri dan Penggunaan Produk (IPPU). Selain itu, kelompok ini juga membahas daftar indikator untuk menilai efektivitas aksi mitigasi iklim. 

Kelompok Kerja Iklim (Pokja) akhirnya menyepakati lima belas indikator untuk menilai kelayakan aksi mitigasi kota. Dari indikator tersebut, yang menjadi prioritas tertinggi adalah: 1) Kemampuan mengurangi emisi GRK; 2) Pengakuan dalam nomenklatur kebijakan; 3) Dukungan dari pemimpin kota; 4) Kendala dalam implementasi, terutama pendanaan. Keempat indikator utama ini akan memainkan peran penting dalam menentukan aksi mitigasi iklim mana yang akan diprioritaskan di Kota Bandar Lampung. 

Anggota Kelompok Kerja CRIC dan petugas lapangan Dwi Ichsan Kurniawan akan melanjutkan proses finalisasi penandaan untuk setiap sektor serta mengidentifikasi dan menilai aksi mitigasi iklim di semua sektor. Hasil dari proses ini akan dikumpulkan pada awal November 2023, sebelum sesi pendampingan teknis untuk pelatihan M3 yang dijadwalkan pada 15-16 November 2023. 

Ini akan menjadi pelatihan mitigasi dan pendampingan teknis terakhir di Kota Bandar Lampung, seiring dengan persiapan kota dalam menyusun laporan dokumen Rencana Aksi Iklim yang mencakup adaptasi dan mitigasi. 

Kontributor: Dwi Ichsan Kurniawan – Petugas Lapangan Proyek CRIC untuk Wilayah Jawa Barat  
 
–##– 

Posting Terkait

UCLG ASPAC, through the CRIC Project, engaged representatives from local governments, technical experts, and members of working groups from the 10 CRIC pilot cities to visit and learn from Banyumas’ community-driven and integrated waste management system, which serves as a model for decentralised climate action. Banyumas has made significant strides in solid waste management, in […]

The Climate Resilience and Innovation Forum (CRIF) 2025, in partnership with the Jakarta Special Capital Region and with support from the European Union brought together over 300 participants from across Asia and Europe to accelerate local climate action, the event marked the conclusion of the Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) Project. Held in Jakarta, […]

Sustainable climate action in cities could be catalysed with the help of financing. Recognising this, the UCLG ASPAC-implemented Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) Project held its fourth Panel of Experts was in Kochi, Kerala, India from 4-6th February 2025 at the Marriott Hotel.  Organised in collaboration with the All-India Institute of Local Self-Government (AIILSG) […]

Panel Ahli Tematik CRIC, dengan tema "Menuju Kota yang Inklusif dan Tangguh: Ekosistem dan Pengelolaan Sampah untuk Masa Depan yang Berkelanjutan," diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, Indonesia pada tanggal 28-31 Oktober 2024.