Ringkasan Kebijakan: Mengintegrasikan Isu Ketahanan Iklim ke dalam Dokumen Perencanaan Pembangunan Kota

Ringkasan Kebijakan: Mengintegrasikan Isu Ketahanan Iklim ke dalam Dokumen Perencanaan Pembangunan Kota

Diterbitkan
Kategori
Penulis
Bagikan

Kota-kota di Indonesia diproyeksikan akan menampung setidaknya 72,9% dari total populasi pada tahun 2045. Pertumbuhan kota akan membawa tantangan terkait upaya pemenuhan hak dan layanan dasar bagi kota, terutama di tengah perubahan iklim. Perubahan iklim telah berdampak pada peningkatan bencana hidrometeorologis dan tren ini diprediksi akan meningkat dengan kenaikan temperatur permukaan di seluruh wilayah Indonesia.

Tantangan ini perlu dijawab oleh pemerintah kota dengan memastikan perencanaan pembangunan yang berketahanan iklim untuk mengurangi tingkat kerentanan kota, mengurangi potensi kerugian ekonomi (dan non-ekonomi) dan korban jiwa, serta menjaga kelangsungan ekosistem perkotaan yang dapat diakses seluruh warganya. Pengintegrasikan isu-isu terkait ketahanan iklim ke dalam dokumen perencanaan pembangunan perkotaan menjadi langkah awal dan strategis, yang diwujudkan melalui aksi-aksi kolektif untuk meningkatkan kapasitas ketahanan kota dalam rangka memitigasi dan beradaptasi dengan potensi dampak perubahan iklim.

Bagaimana kota-kota dapat mengintegrasikan isu ketahanan iklim dalam perencanaan pembangunan kota? Silakan mengunduh Policy Brief: Mengintegrasikan Isu Ketahanan Iklim dalam Dokumen Perencanaan Pembangunan Kota.

Posting Terkait

UCLG ASPAC, through the CRIC Project, engaged representatives from local governments, technical experts, and members of working groups from the 10 CRIC pilot cities to visit and learn from Banyumas’ community-driven and integrated waste management system, which serves as a model for decentralised climate action. Banyumas has made significant strides in solid waste management, in […]

The Climate Resilience and Innovation Forum (CRIF) 2025, in partnership with the Jakarta Special Capital Region and with support from the European Union brought together over 300 participants from across Asia and Europe to accelerate local climate action, the event marked the conclusion of the Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) Project. Held in Jakarta, […]

Sustainable climate action in cities could be catalysed with the help of financing. Recognising this, the UCLG ASPAC-implemented Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) Project held its fourth Panel of Experts was in Kochi, Kerala, India from 4-6th February 2025 at the Marriott Hotel.  Organised in collaboration with the All-India Institute of Local Self-Government (AIILSG) […]

Panel Ahli Tematik CRIC, dengan tema "Menuju Kota yang Inklusif dan Tangguh: Ekosistem dan Pengelolaan Sampah untuk Masa Depan yang Berkelanjutan," diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, Indonesia pada tanggal 28-31 Oktober 2024.