Bandar Lampung Memetik Manfaat dari Pelatihan CRIC

Bandar Lampung Memetik Manfaat dari Pelatihan CRIC

Diterbitkan
Kategori
Penulis
Bagikan

Proyek CRIC memfasilitasi pelatihan mitigasi iklim kedua di Hotel Sheraton Lampung, pada tanggal 29-30 Agustus 2023. Rein Susinda Hesty, Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bandar Lampung, secara resmi membuka acara yang berlangsung selama dua hari tersebut.  


Pakar CCROM: Muhammad Ardiansyah, Dr. Febrian Hadinata dan tim didampingi oleh La Ode Muhammad Abdul Wahid, Peneliti Senior dari Badan Riset dan Inovasi Nasional menghadiri pelatihan secara luring dan membantu para anggota kelompok kerja untuk menganalisa data dasar emisi gas rumah kaca dan emisi gas rumah kaca aktual di tiga sektor: Afolu (pertanian, hutan dan penggunaan lahan lainnya), limbah dan energi.  

Menganalisis baseline emisi gas rumah kaca dan emisi gas rumah kaca aktual, menurut Dr Ardiansyah, merupakan langkah penting dalam mengembangkan inventarisasi gas rumah kaca yang merinci rencana kota untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. "Kota dapat menemukan emisi utama, sumber emisi gas rumah kaca tertinggi di kota dan menyusun rencana untuk mengurangi emisi utama tersebut," kata Ardi.  

Puspa Sari, staf Divisi Ekonomi dan Sumber Daya Alam, Bappeda Bandar Lampung menyampaikan manfaat dari pelatihan mitigasi CRIC yang membantunya mengidentifikasi aksi-aksi SDGs di Bandar Lampung dan tingkat pengurangan emisi di Bandar Lampung. Menurut Puspa Sari, Bandar Lampung saat ini tengah mempersiapkan tinjauan lokal secara sukarela dan mengumpulkan data lokal terkait aksi-aksi iklim dan emisi gas rumah kaca yang mendukung SDGs 13. 

Dr. Ardiansyah menjelaskan bahwa penandaan program iklim dan aksi pengurangan emisi akan dibahas dalam pelatihan mitigasi iklim terakhir (M3) untuk Bandar Lampung. Kota ini sebelumnya telah menyelesaikan pelatihan adaptasi iklim tahun lalu dan berhasil mengidentifikasi prioritas adaptasi iklim yang akan meningkatkan ketahanan kota dalam menghadapi perubahan iklim.  

Proyek CRIC berkomitmen untuk menyelenggarakan pelatihan mitigasi dan adaptasi iklim serta bantuan teknis secara luring (offline) di seluruh kota percontohan sesuai dengan masukan dari CCROM untuk meningkatkan pemahaman para anggota kelompok kerja (pokja) CRIC mengenai rencana aksi mitigasi dan adaptasi iklim.  

Pelatihan Sheraton telah menyelesaikan perhitungan inventarisasi dan baseline GRK di sektor energi, khususnya di sub sektor transportasi. Para anggota kelompok kerja akan terus mendiskusikan dan menganalisis inventarisasi dan baseline GRK di sektor-sektor lain seperti AFOLU, limbah, dan IPPU (proses industri dan penggunaan produksi) untuk mengecek ketersediaan dan keabsahan data.  

Pelatihan ini menemukan bahwa hanya data limbah yang telah diperbarui dalam SIGN SMART, platform pelaporan nasional untuk mitigasi. Anggota kelompok kerja iklim CRIC akan terus memeriksa dan menganalisis keakuratan data di sektor energi, AFOLU, dan IPPU.  

Petugas lapangan CRIC, Dwi Ichsan Kurniawan akan bekerja sama dengan anggota kelompok kerja iklim CRIC untuk melengkapi data di sektor limbah, energi, dan AFOLU. Ichsan akan menargetkan proses pengumpulan data dapat diselesaikan sebelum proyek CRIC memfasilitasi bantuan teknis berikutnya untuk pelatihan mitigasi kedua (TA M2) di Bandar Lampung. 

Kontributor: Dwi Ichsan Kurniawan, CRIC Field Officer for Cirebon and Bandar Lampung 

Posting Terkait

UCLG ASPAC, through the CRIC Project, engaged representatives from local governments, technical experts, and members of working groups from the 10 CRIC pilot cities to visit and learn from Banyumas’ community-driven and integrated waste management system, which serves as a model for decentralised climate action. Banyumas has made significant strides in solid waste management, in […]

The Climate Resilience and Innovation Forum (CRIF) 2025, in partnership with the Jakarta Special Capital Region and with support from the European Union brought together over 300 participants from across Asia and Europe to accelerate local climate action, the event marked the conclusion of the Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) Project. Held in Jakarta, […]

Sustainable climate action in cities could be catalysed with the help of financing. Recognising this, the UCLG ASPAC-implemented Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) Project held its fourth Panel of Experts was in Kochi, Kerala, India from 4-6th February 2025 at the Marriott Hotel.  Organised in collaboration with the All-India Institute of Local Self-Government (AIILSG) […]

Panel Ahli Tematik CRIC, dengan tema "Menuju Kota yang Inklusif dan Tangguh: Ekosistem dan Pengelolaan Sampah untuk Masa Depan yang Berkelanjutan," diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, Indonesia pada tanggal 28-31 Oktober 2024.