Mitra CRIC Mengunjungi Kota Percontohan

Mitra CRIC Mengunjungi Kota Percontohan

Diterbitkan
Kategori
Penulis
Bagikan

Rencana mitra Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) untuk mengunjungi kota-kota percontohan CRIC akhirnya terwujud antara 19-28 Februari 2023, dua bulan setelah Pemerintah Indonesia melonggarkan pembatasan COVID-19 pada 30 Desember 2022.

Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) adalah proyek 5 tahun yang dilaksanakan oleh UCLG ASPAC bekerja sama dengan organisasi mitra (Pilot4Dev, Universite Gustave Eiffel, ACR +, ECOLISE, dan AIILSG) dengan dukungan pendanaan dari Uni Eropa.

CRIC memberikan dukungan teknis kepada pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah meningkatkan ketahanan kota terhadap dampak perubahan iklim. CRIC yang diimplementasikan di 10 (sepuluh) kota sasaran ini telah berlangsung sejak tahun 2020.

Untuk mencapai tujuannya, CRIC memiliki tiga pilar, yaitu: (i) produksi dan pertukaran pengetahuan; (ii) rencana aksi iklim; dan (iii) peningkatan kapasitas dan komunikasi. Salah satu kegiatan pada pilar pertama adalah pengembangan laporan analisis perkotaan yang telah selesai pada tahun 2020 di semua kota CRIC yang disusun melalui kajian literatur dan diskusi daring. Laporan tersebut juga berisi isu-isu prioritas di setiap kota beserta rekomendasi kebijakannya.

Kegiatan lain dalam pilar yang sama adalah tindak lanjut dari laporan analisis perkotaan, di mana setiap kota memilih satu isu untuk diatasi dan menciptakan solusi untuk mengatasi tantangan tersebut. Kegiatan ini dimulai segera setelah selesainya laporan analisis perkotaan melalui FGD online.

Kunjungan ke Kota Percontohan

Langkah selanjutnya adalah kunjungan ke kota-kota percontohan CRIC untuk memahami detail tentang tantangan dan peluang mengembagkan solusi masalah di tingkat kota. Namun, kunjungan tersebut tertunda karena pandemi COVID-19.

COVID-19 telah menghambat proyek secara signifikan, karena Mitra CRIC di Eropa dan Asia Selatan tidak dapat melakukan perjalanan selama periode COVID-19. Pasca COVID-19, Proyek CRIC kembali berkoordinasi dengan mitra setelah pembatasan perjalanan dicabut dan akhirnya bisa mengatur kunjungan ke kota-kota percontohan CRIC tahun ini dari tanggal 19-28 Februari 2023.

Dengan kunjungan ini, Mitra CRIC berusaha memahami tantangan dan peluang terkait isu-isu terpilih di masing-masing kota; yaitu: pengelolaan sampah, sistem peringatan dini, pengelolaan air, penyediaan air dan sanitasi.

Selama kunjungan, mitra CRIC didampingi oleh petugas lapangan dan tim manajemen CRIC. Tim bertemu dengan instansi dan pihak terkait dari pejabat kota, universitas, dan organisasi non-pemerintah.

Tim juga mengunjungi beberapa lokasi guna mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang masalah dan peluang yang terkait dengan isu-isu tematik yang dipilih.

@CRICProject

Posting Terkait

UCLG ASPAC, through the CRIC Project, engaged representatives from local governments, technical experts, and members of working groups from the 10 CRIC pilot cities to visit and learn from Banyumas’ community-driven and integrated waste management system, which serves as a model for decentralised climate action. Banyumas has made significant strides in solid waste management, in […]

The Climate Resilience and Innovation Forum (CRIF) 2025, in partnership with the Jakarta Special Capital Region and with support from the European Union brought together over 300 participants from across Asia and Europe to accelerate local climate action, the event marked the conclusion of the Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) Project. Held in Jakarta, […]

Sustainable climate action in cities could be catalysed with the help of financing. Recognising this, the UCLG ASPAC-implemented Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) Project held its fourth Panel of Experts was in Kochi, Kerala, India from 4-6th February 2025 at the Marriott Hotel.  Organised in collaboration with the All-India Institute of Local Self-Government (AIILSG) […]

Panel Ahli Tematik CRIC, dengan tema "Menuju Kota yang Inklusif dan Tangguh: Ekosistem dan Pengelolaan Sampah untuk Masa Depan yang Berkelanjutan," diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, Indonesia pada tanggal 28-31 Oktober 2024.