
Proyek Kota Berketahanan Iklim dan Inklusif (Climate Resilient and Inclusive Cities/CRC) secara aktif mendukung kota-kota percontohan dalam mengintegrasikan strategi mitigasi dan adaptasi iklim ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD). Inisiatif ini bertujuan untuk memandu pertumbuhan berkelanjutan di kota-kota percontohan CRIC yaitu Kupang, Banjarmasin, Ternate, dan Gorontalo.
Pada tanggal 6 Mei 2024, diskusi RPJPD pertama berlangsung di Kupang, di mana Petugas Lapangan CRIC, Rizki Satria, bersama dengan anggota kelompok kerja iklim CRIC dan para pemangku kepentingan setempat berkolaborasi untuk memasukkan aksi iklim ke dalam RPJPD kota Kupang.
Bappeda Kota Kupang telah memasukkan aksi perubahan iklim ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Kupang 2025-2045. Secara keseluruhan, terdapat 472 rencana aksi mitigasi dan adaptasi iklim dari 15 SKPD yang akan dianalisis sebagai bagian dari RPJPD Kota Kupang.
Pertemuan RPJPD kedua diadakan secara daring melalui Zoom pada tanggal 8 Mei 2024. Manajer Proyek CRIC, Hizbullah Aried dan Petugas Lapangan Kesuma Yanti, didukung oleh konsultan penulis Climate Action Plan (CAP) CRIC, bertemu dengan pejabat Bappeda Banjarmasin untuk mendiskusikan penyertaan aksi iklim ke dalam RPJPD.
Hizbullah Arief menyoroti upaya CRIC selama empat tahun dalam mengumpulkan data iklim melalui pendekatan partisipatif dari bawah ke atas yang melibatkan pemerintah daerah dan Kelompok Kerja Iklim CRIC. Data ini mencakup inventarisasi gas rumah kaca, proyeksi, data dasar, dan emisi saat ini di berbagai sektor seperti pertanian, penggunaan lahan, limbah, dan energi. Data ini berfungsi sebagai dasar untuk tindakan mitigasi iklim. Untuk adaptasi, CRIC telah mengembangkan profil risiko dan kerentanan serta peta prioritas untuk memandu upaya adaptasi iklim.
Proyek CRIC saat ini masih mengembangkan rencana mitigasi dan adaptasi iklim yang lengkap yang akan memandu aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim kota. Bekerja sama dengan mitra CRIC, Proyek CRIC juga tengah mempersiapkan perangkat tematik dan rencana aksi untuk sistem peringatan dini, air dan sanitasi, serta pengelolaan limbah.
Rapat koordinasi RPJPD terakhir berlangsung pada tanggal 22 Juli 2024 di Ternate, dan pada tanggal 29 Juli di Gorontalo. Dalam konsultasi publik ini, anggota tim CRIC, termasuk anggota legislatif dan peserta kelompok kerja iklim, membahas Kajian Lingkungan Hidup Strategis untuk RPJPD 2024-2045. Proyek CRIC memainkan peran penting dalam memandu penghitungan emisi gas rumah kaca, yang merupakan bagian integral dari rencana pembangunan jangka panjang Ternate.
Kontribusi Proyek CRIC terhadap RPJPD akan terus berlanjut di kota-kota percontohan lainnya, untuk memastikan bahwa aksi iklim tetap menjadi komponen utama dalam perencanaan dan pembangunan kota.
@cricproject