Rencana Aksi Iklim Kupang Mendapatkan Momentum dengan CRIC

Rencana Aksi Iklim Kupang Mendapatkan Momentum dengan CRIC

Diterbitkan
Kategori
Penulis
Bagikan


Pada tanggal 2-3 Juli 2024, Rizki Satria, CRIC Project Field Officer, berpartisipasi dalam rapat koordinasi Climate Action Plan (CAP) Kupang.

Pertemuan yang diadakan di Ruang Rapat Pimpinan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana ini difokuskan untuk mempercepat penyelesaian laporan CAP. 

Welhelmus Mella, Dosen dan Ketua Tim Penulisan CAP Kupang dari Universitas Nusa Cendana menghadiri rapat koordinasi tersebut bersama dengan anggota tim penulis CAP lainnya, Johanna Suek, Norman P.L.B. Riwu Kaho dan lainnya. Agenda utama rapat adalah menyelesaikan bab 1, 2, dan 4 dari laporan CAP. 

  • Bab 1: Tim menambahkan informasi terkait Enhanced Nationally Determined Contributions (ENDC), sumber-sumber referensi, dan mekanisme penyusunan laporan rencana aksi iklim.
  • Bab 2: Pembaruan mencakup data curah hujan bulanan rata-rata dan diagram area tutupan lahan.
  • Bab 4: Rizki Satria menjelaskan tren iklim ekstrem dan peta risiko iklim basah (RX5day atau rangkaian curah hujan selama 5 hari) dan kering (rangkaian hari kering).


Bab pertama dan kedua dari laporan CAP saat ini sudah 98% selesai dan akan segera diserahkan kepada Project Management Unit (PMU) CRIC. Selain itu, Rizki juga menguraikan struktur untuk Bab 5, yang akan dimulai oleh tim setelah penandaan adaptasi perubahan iklim diselesaikan oleh anggota kelompok kerja Kota Kupang. Mereka juga telah menyelesaikan beberapa perhitungan emisi gas rumah kaca di sektor energi. Selain itu, Bappeda Kota Kupang, di bawah arahan Kepala Bappeda Djidja Kadiwanu, telah mengintegrasikan 472 rencana aksi dari 15 SKPD ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Kupang tahun 2025-2045.

Kupang telah merencanakan beberapa sub-kegiatan untuk melestarikan ekosistemnya, termasuk pembangunan kanal banjir, normalisasi sungai, penanaman pohon, dan perluasan ruang terbuka hijau. Pemerintah kota juga bertujuan untuk memberikan bantuan sosial, pengobatan gratis, dan akses pendidikan melalui pelatihan dan kegiatan berbagi pengetahuan.

Pertemuan tersebut mengukuhkan tingkat pertumbuhan rata-rata Kota Kupang sebesar 5,37% antara tahun 2010-2022. Analisis ini menggarisbawahi upaya kolaboratif para anggota kelompok kerja CRIC dalam menyelesaikan Rencana Mitigasi dan Adaptasi Iklim Kota Kupang, yang akan menjadi fondasi bagi pembangunan kota di masa depan.

@cricproject

Posting Terkait

UCLG ASPAC, through the CRIC Project, engaged representatives from local governments, technical experts, and members of working groups from the 10 CRIC pilot cities to visit and learn from Banyumas’ community-driven and integrated waste management system, which serves as a model for decentralised climate action. Banyumas has made significant strides in solid waste management, in […]

The Climate Resilience and Innovation Forum (CRIF) 2025, in partnership with the Jakarta Special Capital Region and with support from the European Union brought together over 300 participants from across Asia and Europe to accelerate local climate action, the event marked the conclusion of the Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) Project. Held in Jakarta, […]

Sustainable climate action in cities could be catalysed with the help of financing. Recognising this, the UCLG ASPAC-implemented Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) Project held its fourth Panel of Experts was in Kochi, Kerala, India from 4-6th February 2025 at the Marriott Hotel.  Organised in collaboration with the All-India Institute of Local Self-Government (AIILSG) […]

Panel Ahli Tematik CRIC, dengan tema "Menuju Kota yang Inklusif dan Tangguh: Ekosistem dan Pengelolaan Sampah untuk Masa Depan yang Berkelanjutan," diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, Indonesia pada tanggal 28-31 Oktober 2024.