Media Monitoring: Masih Seputar Pembiayaan Iklim dan Transisi Energi

Media Monitoring: Masih Seputar Pembiayaan Iklim dan Transisi Energi

Diterbitkan
Kategori
Penulis
Bagikan

Dukungan keuangan menjadi isu penting dalam upaya global untuk mengatasi perubahan iklim, sebagaimana ditekankan pula dalam COP26. Hal ini terefleksikan dalam pemberitaan di media Indonesia dua bulan terakhir. Dalam Media Monitoring edisi Desember kali ini, isu pembiayaan iklim masih menjadi isu nasional, bersama juga dengan kebijakan pendukunganya. Kami menemukan pemberitaaan perubahan iklim di media berkutat dalam empat tema berikut.

  • Pembiayaan iklim. Media menekankan upaya Indonesia dalam memperkuat tata kelola pembiayaan iklim, salah satunya melalui penandaan anggaran untuk perubahan iklim (climate budget tagging/CBT). CNN melaporkan bahwa Menteri Keuangan Indonesia menantang Pertamina selaku BUMN energi terbesar untuk mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk mengatasi perubahan iklim sembari mengidentifikasi pembiayaan untuk kegiatan mitigasi dan adaptasi melalui CBT. Media lainnya, Investor, memberitakan bahwa Indonesia baru mampu mengalokasikan 29% dari kebutuhan sebesar 343T untuk pembiayaan iklim.
  • Transisi Energi. Upaya transisi energi Indonesia untuk mencapai emisi nol karbon juga menjadi isu nasional yang diberitakan media. Media melaporkan tentang langkah Indonesia untuk mempromosikan biogas dan peralihan ke sumber energi terbarukan.
  • Cuaca Ekstrem. Indonesia berhadapan dengan cuaca yang lebih basah di bulan terakhir 2021. Tempo dan Kompas melaporkan, BMKG telah memberikan peringatan akan kemungkinan kejadian cuaca ekstrem yang yang terjadi yang dipicu oleh perubahan iklm.  
  • Pihak Swasta. Pemerintah Indonesia menyadari keterbatasan pembiayaan publik untuk perubahan iklim. Untuk mendongkrak pembiayaan, Pemerintah menyadari peran kerja sama dengan pihak swasta untuk mendorong investasi serta pembukaan lapangan kerja yang lebih berkelanjutan.. 

Baca dan unduh Media Monitoring edisi November 2021 dengan meng-klik gambar di bawah ini.

Posting Terkait

UCLG ASPAC, through the CRIC Project, engaged representatives from local governments, technical experts, and members of working groups from the 10 CRIC pilot cities to visit and learn from Banyumas’ community-driven and integrated waste management system, which serves as a model for decentralised climate action. Banyumas has made significant strides in solid waste management, in […]

The Climate Resilience and Innovation Forum (CRIF) 2025, in partnership with the Jakarta Special Capital Region and with support from the European Union brought together over 300 participants from across Asia and Europe to accelerate local climate action, the event marked the conclusion of the Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) Project. Held in Jakarta, […]

Sustainable climate action in cities could be catalysed with the help of financing. Recognising this, the UCLG ASPAC-implemented Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) Project held its fourth Panel of Experts was in Kochi, Kerala, India from 4-6th February 2025 at the Marriott Hotel.  Organised in collaboration with the All-India Institute of Local Self-Government (AIILSG) […]

Panel Ahli Tematik CRIC, dengan tema "Menuju Kota yang Inklusif dan Tangguh: Ekosistem dan Pengelolaan Sampah untuk Masa Depan yang Berkelanjutan," diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, Indonesia pada tanggal 28-31 Oktober 2024.