Dengar Pendapat Publik: Laporan Analisis Perkotaan

Dengar Pendapat Publik: Laporan Analisis Perkotaan

Diterbitkan
Kategori
Penulis
Bagikan

Proyek Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC), dengan dukungan dari Uni Eropa, akan mengadakan dengar pendapat publik virtual mengenai laporan analisis perkotaan dari sepuluh kota percontohan di Indonesia, pada 14 hingga 18 September dan 22 September 2020. Dengar pendapat publik ini bertujuan untuk mengumpulkan masukan dari para pemangku kepentingan kota guna menyempurnakan laporan analisis perkotaan yang diusulkan sebagai dokumen dasar bagi kota dalam memprioritaskan agenda pembangunan perkotaannya.

Laporan Analisis Perkotaan adalah hasil studi selama 3 bulan di sepuluh kota percontohan CRIC, yang dilakukan oleh panel ahli perkotaan. Sepuluh kota tersebut adalah Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Pekanbaru, Cirebon, Banjarmasin, Samarinda, Mataram, Gorontalo, Kupang, dan Ternate. Laporan ini menilai kesiapan kota dalam menghadapi perubahan iklim dengan melihat karakteristik perkotaan, program-program yang ada, dan celah kebijakan yang ada. Hasil laporan ini juga akan membantu kota untuk menentukan sektor-sektor yang diprioritaskan dan merumuskan kebijakan serta rencana yang relevan.

Putra Dwitama, Koordinator Proyek CRIC dari UCLG ASPAC, mengatakan bahwa laporan ini merupakan masukan yang berharga bagi kota-kota dalam proses perencanaan pembangunan dan kebijakan mereka, terutama dalam upaya membangun ketahanan terhadap perubahan iklim. Rekomendasi laporan ini dapat diterapkan untuk memperkuat sektor-sektor strategis kota yang terdampak oleh perubahan iklim.

“Dengar pendapat publik ini adalah kesempatan strategis bagi kota-kota untuk mengonfirmasi temuan dan rekomendasi dari laporan analisis perkotaan. Laporan ini harus diakui oleh pemangku kepentingan kota sebagai mitra utama dari proyek CRIC dan pengguna utama laporan ini,” ujarnya.

Laporan Analisis Perkotaan adalah salah satu dokumen kunci yang akan diproduksi dalam kerangka Proyek CRIC. Diharapkan bahwa pelaksanaan proyek ini akan selalu didukung oleh penelitian dan bukti empiris yang dapat bervariasi dari satu kota ke kota lainnya.

Pemangku kepentingan dari kota-kota percontohan dapat bergabung dalam pertemuan dengan mendaftar melalui tautan ini: https://intip.in/KajianPerkotaan

Rincian tentang acara ini dapat ditemukan di sini: https://bit.ly/3jXO4w7

Posting Terkait

UCLG ASPAC, through the CRIC Project, engaged representatives from local governments, technical experts, and members of working groups from the 10 CRIC pilot cities to visit and learn from Banyumas’ community-driven and integrated waste management system, which serves as a model for decentralised climate action. Banyumas has made significant strides in solid waste management, in […]

The Climate Resilience and Innovation Forum (CRIF) 2025, in partnership with the Jakarta Special Capital Region and with support from the European Union brought together over 300 participants from across Asia and Europe to accelerate local climate action, the event marked the conclusion of the Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) Project. Held in Jakarta, […]

Sustainable climate action in cities could be catalysed with the help of financing. Recognising this, the UCLG ASPAC-implemented Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) Project held its fourth Panel of Experts was in Kochi, Kerala, India from 4-6th February 2025 at the Marriott Hotel.  Organised in collaboration with the All-India Institute of Local Self-Government (AIILSG) […]

Panel Ahli Tematik CRIC, dengan tema "Menuju Kota yang Inklusif dan Tangguh: Ekosistem dan Pengelolaan Sampah untuk Masa Depan yang Berkelanjutan," diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, Indonesia pada tanggal 28-31 Oktober 2024.