Telah Terbit: Laporan Kajian Perkotaan Sepuluh Kota

Telah Terbit: Laporan Kajian Perkotaan Sepuluh Kota

Diterbitkan
Kategori
Penulis
Bagikan

CRIC menerbitkan Laporan Kajian Perkotaan 10 kota percontohan, setelah melalui proses penelitian selama tiga bulan dan Konsultasi Publik yang melibatkan pemangku kepentingan di sepuluh kota dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Laporan yang menyoroti tantangan dan peluang kota dalam mengatasi perubahan iklim ini menjadi dokumen penunjang penting dalam proses perencanaan pembangunan kota agar berketahanan iklim dan inklusif.

Laporan Kajian Perkotaan ini disusun oleh enam peneliti utama, yakni Hari Priyadi, Mulya Amri, Harya S Dillon, Wahyu Mulyana, Unang Mulkhan dan Muhammad Ridwansyah. Kajian berlangsung sejak Juni hingga September, dan dilanjutkan dengan proses Konsultasi Publik, 14-22 September, untuk menjaring masukan dan memvalidasi hasil temuan. Kegiatan Konsultasi Publik diikuti total 280 peserta.

Melalui laporan ini, pemerintah kota dapat mengenali karakteristik kotanya, terutama terkait pengurangan risiko bencana, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, energi dan transportasi, air dan sanitasi, pengelolaan limbah padat, penggunaan sumber daya secara berkelanjutan dan keterlibatan masyarakat untuk mendorong inklusi sosial.

Laporan ini menawarkan rekomendasi penting bagi kota untuk meningkatkan ketahanan iklim dan mendorong inklusi sosial baik dari sisi adopsi perangkat, kebijakan, pendekatan dan peningkatan kapasitas perangkat daerah. Laporan Kota Bandar Lampung, misalnya merekomendasikan pengembangan sistem peringatan dini yang lebih terintegrasi agar kota lebih siap menghadapi dan mengatasi risiko bencana yang dipicu perubahan iklim, salah satunya banjir. Hasil kajian ini menemukan ada 51 area di Bandar Lampung yang rentan mengalami banjir akibat beberapa hal seperti luapan air sungai, saluran drainase yang mampat dan pemukiman di daerah zona penyangga sungai. Selaras dengan rekomendasi ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung sepakat untuk mengembangkan perangkat sistem peringatan dini terutama guna mengatasi banjir perkotaan.

Rekomendasi dari laporan menjadi masukan, salah satunya, untuk menentukan sektor strategis di kota yang paling terdampak perubahan iklim dan adopsi perangkat yang tepat untuk mengurangi dampak di sektor tersebut. Selain Bandar Lampung, sistem peringatan dini juga akan dikembangkan di Ternate untuk meningkatkan ketahanan di kawasan pesisir. Cirebon, Samarinda dan Mataram memfokuskan diri pada pengelolaan limbah; Banjarmasin dan Pekanbaru pada upaya mengatasi pencemaran udara, Gorontalo dan Pangkalpinang menyoroti akses sanitasi, dan Kupang fokus pada isu pengelolaan air.

Rekomendasi lain yang muncul dari laporan ini adalah pentingnya kerja sama kewilayahan karena dampak perubahan iklim tidak mengenal batas administratif sehingga dibutuhkan aksi bersama. Laporan Kajian Perkotaan ini diapresiasi oleh pemerintah kota dan KLHK yang menilai dokumen ini memberikan gambaran umum tentang sepuluh kota percontohan. Bagi CRIC, laporan ini dapat memandu proyek dalam melakukan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan tiap kota.

Posting Terkait

UCLG ASPAC, through the CRIC Project, engaged representatives from local governments, technical experts, and members of working groups from the 10 CRIC pilot cities to visit and learn from Banyumas’ community-driven and integrated waste management system, which serves as a model for decentralised climate action. Banyumas has made significant strides in solid waste management, in […]

The Climate Resilience and Innovation Forum (CRIF) 2025, in partnership with the Jakarta Special Capital Region and with support from the European Union brought together over 300 participants from across Asia and Europe to accelerate local climate action, the event marked the conclusion of the Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) Project. Held in Jakarta, […]

Sustainable climate action in cities could be catalysed with the help of financing. Recognising this, the UCLG ASPAC-implemented Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) Project held its fourth Panel of Experts was in Kochi, Kerala, India from 4-6th February 2025 at the Marriott Hotel.  Organised in collaboration with the All-India Institute of Local Self-Government (AIILSG) […]

Panel Ahli Tematik CRIC, dengan tema "Menuju Kota yang Inklusif dan Tangguh: Ekosistem dan Pengelolaan Sampah untuk Masa Depan yang Berkelanjutan," diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, Indonesia pada tanggal 28-31 Oktober 2024.