Samarinda Terus Melangkah Maju: Kemajuan CAP Dibahas dengan Kecamatan dan Kelompok Kerja (Pokja)

Samarinda Terus Melangkah Maju: Kemajuan CAP Dibahas dengan Kecamatan dan Kelompok Kerja (Pokja)

Diterbitkan
Kategori
Penulis
Bagikan

Menyusul selesainya pelatihan mitigasi dan adaptasi Climate Action Plan (CAP) pada bulan November lalu, Kelompok Kerja (Pokja) Iklim Kota Samarinda mengadakan diskusi untuk memajukan CAP kota tersebut.

Berdasarkan momentum ini, sesi diskusi lanjutan untuk mengkonfirmasi kemajuan dokumen pada tanggal 6 dan 7 Desember 2023 yang melibatkan 59 Perwakilan Kecamatan dan Perwakilan Pokja.

Pertemuan hari pertama dihadiri oleh 59 perwakilan kecamatan, 3 orang perwakilan dari Bappeda Kota Samarinda, dan 5 orang (3 perempuan dan 2 laki-laki) yang mewakili Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Pertemuan dibuka oleh Bapak Muhammad Fahmi sebagai perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang menekankan pentingnya memasukkan masukan dari perwakilan kecamatan mengenai hasil analisis adaptasi dalam penyusunan dokumen Rencana Aksi Iklim (Climate Action Plan/CAP).

Presentasi yang mendalam oleh Field Officer (FO) Proyek CRIC mendapatkan respon positif dari perwakilan kecamatan. Mereka berharap dapat berpartisipasi dalam memperbarui data analisis yang digunakan dalam Climate Action Plan (CAP), untuk memastikan bahwa data tersebut mencerminkan kondisi kota saat ini. Mereka juga berkomitmen untuk mengawasi proses perencanaan dan pembangunan kota berdasarkan data yang ada.

Para perwakilan kecamatan juga ingin melihat secara langsung kondisi daerah mereka, yang menunjukkan keinginan kuat untuk kepemilikan lokal. Dengan difasilitasi oleh Field Officer (FO), mereka mempelajari cara membuka dokumen analisis adaptasi Excel, di mana para perwakilan kecamatan juga menerima penjelasan rinci mengenai metode input data, struktur matriks Excel, dan alat visualisasi seperti grafik laba-laba dan indikator SDGs di kecamatan tersebut, serta data mengenai potensi dampak, kerentanan, keterpaparan, dan urgensi. Untuk lebih memberdayakan keterlibatan mereka, perwakilan kecamatan berharap dapat menerima buku modul yang menguraikan proses analisis dan input data untuk matriks adaptasi.


Sesi diskusi dilanjutkan dengan perwakilan kecamatan yang juga berharap agar kedepannya target pembangunan yang dapat lebih strategis dan berpijak pada hasil analisis yang dilakukan dan kecamatan dapat berperan dalam memberikan usulan untuk wilayahnya berdasarkan hasil dari SDGs pada grafik laba-laba kedepannya dalam diskusi pembangunan kota.

Pada hari berikutnya, Pokja mengadakan rapat koordinasi dan pemutakhiran dokumen CAP oleh tim konsultan CAP. Dihadiri oleh kelompok yang terdiri dari sembilan orang laki-laki dan sepuluh orang perempuan, sesi ini dibuka oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Bapak Endangliansyah. Bapak Endang berpesan kepada Pokja bahwa beliau berharap mereka dapat mendukung kemajuan dokumen CAP dan membantu melengkapi data dalam dokumen tersebut.

Pertemuan diawali dengan penjelasan dari Field Officer (FO) mengenai aspek-aspek yang belum ada dalam dokumen Climate Action Plan (CAP). Melalui penjelasan mengenai CRF dan KCA, FO menekankan perlunya analisis lebih lanjut untuk mendapatkan dokumen CAP yang lebih komprehensif. Selanjutnya, FO juga menyampaikan perkembangan data dan analisis mitigasi dan adaptasi di Kota Samarinda.

Dalam proses diskusi, Pokja menyebutkan bahwa mereka berharap proyek ini dapat berkelanjutan. Mereka mengadvokasi untuk memperbarui SK Pokja untuk memastikan keterlibatan mereka dalam membentuk perencanaan kota melalui Climate Action Plan (CAP). Meskipun yakin dengan kemampuan pinput data, Pokja menambahkan bahwa mereka mungkin membutuhkan dukungan lebih lanjut dari Proyek FO dan CRIC untuk menjamin keberlanjutan CAP dan kemajuan integrasi CAP ke dalam peraturan kota.

Pertemuan dilanjutkan dengan konsultasi CAP dengan Pokja dan Konsultan CAP yang baru bergabung. Mengingat konsultan baru bergabung pada tahun 2023, diskusi diprioritaskan untuk menjelaskan garis besar CAP dan kemajuan dokumen, sekaligus mengumpulkan masukan awal yang berharga dari anggota Pokja. Hal ini memastikan bahwa CAP kota Samarinda tidak hanya mencerminkan keahlian teknis, tetapi juga perspektif Pokja di lapangan. Pokja juga memberikan masukan untuk dokumen tersebut, seperti mengidentifikasi kesenjangan dalam data yang tersedia (penandaan program Pokja). Mereka mengusulkan untuk memasukkan informasi yang kurang ini sebagai lampiran, yang akan memperkaya dokumen CAP dan memperkuat landasannya dalam realitas lokal.

Kontributor: Kesuma Yanti - Petugas Lapangan Proyek CRIC untuk Wilayah Kalimantan  

Posting Terkait

UCLG ASPAC, through the CRIC Project, engaged representatives from local governments, technical experts, and members of working groups from the 10 CRIC pilot cities to visit and learn from Banyumas’ community-driven and integrated waste management system, which serves as a model for decentralised climate action. Banyumas has made significant strides in solid waste management, in […]

The Climate Resilience and Innovation Forum (CRIF) 2025, in partnership with the Jakarta Special Capital Region and with support from the European Union brought together over 300 participants from across Asia and Europe to accelerate local climate action, the event marked the conclusion of the Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) Project. Held in Jakarta, […]

Sustainable climate action in cities could be catalysed with the help of financing. Recognising this, the UCLG ASPAC-implemented Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) Project held its fourth Panel of Experts was in Kochi, Kerala, India from 4-6th February 2025 at the Marriott Hotel.  Organised in collaboration with the All-India Institute of Local Self-Government (AIILSG) […]

Panel Ahli Tematik CRIC, dengan tema "Menuju Kota yang Inklusif dan Tangguh: Ekosistem dan Pengelolaan Sampah untuk Masa Depan yang Berkelanjutan," diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, Indonesia pada tanggal 28-31 Oktober 2024.