
Tiga Kota Percontohan CRIC, yaitu Pekanbaru, Samarinda, dan Mataram, telah menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan menerima penghargaan dari Indonesia Urban Resilience Forum (IURF) atas kontribusinya yang luar biasa dalam membangun lingkungan perkotaan yang berketahanan dan berkelanjutan di wilayah masing-masing.
Kota-kota tersebut telah menunjukkan dedikasi yang signifikan dalam membangun masa depan yang tangguh dalam menghadapi perubahan iklim dan bencana alam melalui strategi mitigasi dan adaptasi yang efektif. Selain itu, kota-kota tersebut juga dianggap oleh forum sebagai kota yang berkomitmen terhadap pentingnya ketahanan kota dalam menghadapi urbanisasi yang cepat, perubahan iklim dan bencana alam.
Secara keseluruhan, 13 kota di Indonesia menerima penghargaan bergengsi ini. Selain Pekanbaru, Samarinda, dan Mataram, kota-kota yang meraih penghargaan ini adalah DKI Jakarta, Surabaya, Jambi, Palembang, Semarang, Batam, Palu, Pontianak, Balikpapan, dan Bandung. Apresiasi ini diserahkan dalam acara Urban Resilience Champion yang diselenggarakan di Hotel Shangri-La Jakarta, pada hari Selasa, 30 Juli 2024.
Perwakilan dari kota-kota CRIC yang menerima tanda penghargaan ini adalah:
- Pekanbaru: Zarman Candra, Kepala Badan Penanggulangan Bencana
- Samarinda: Wahyuni Nadjar, Kepala Bidang Ekonomi, Sumber Daya Alam, Infrastruktur dan Kewilayahan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian (Bapperida)

Forum Ketahanan Perkotaan Indonesia mengumpulkan lebih dari 130 pengambil keputusan dan mitra pembangunan di tingkat internasional, nasional, regional, dan kota. Forum ini menyediakan platform utama untuk memahami lanskap ketahanan kota di Indonesia, menampilkan pembelajaran dari berbagai inisiatif, mengidentifikasi area dukungan prioritas, dan menjajaki peluang pembiayaan untuk kota.
Diselenggarakan oleh Kementerian PPN/BAPPENAS bekerja sama dengan Kantor Perwakilan ADB di Indonesia, Dana Perwalian Ketahanan Perubahan Iklim Perkotaan (Urban Climate Change Resilience Trust Fund/UCTRF), dan FCDO Inggris, forum ini berfokus pada replikasi dan perluasan upaya-upaya ketahanan iklim perkotaan. Diskusi menyoroti kemitraan yang efektif dan strategi masa depan, dengan kontribusi dari ADB, Otoritas Modal Nusantara, FCDO Inggris, dan BAPPENAS, yang menampilkan kolaborasi dan investasi potensial untuk meningkatkan ketahanan iklim perkotaan di Indonesia.

Selain menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan dan praktik terbaik dalam menghadapi berbagai tantangan perkotaan di Indonesia, forum ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan isu-isu ketahanan kota, serta mendorong kolaborasi di antara berbagai pemangku kepentingan dalam membangun kota yang lebih tangguh dan berkelanjutan.