Proyek Kota Berketahanan Iklim yang Inklusif

Kerja sama unik antarkota: pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil dan akademisi untuk mewujudkan kota yang berketahanan iklim dan inklusif

Proyek Kota Berketahanan Iklim yang Inklusif

Kerja sama unik antarkota: pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil dan akademisi untuk mewujudkan kota berketahanan iklim yang inklusif

previous arrow
next arrow
Slider

Berita

Pangkalpinang – Sinergi Hulu dan Hilir untuk Antisipasi Banjir

Pangkalpinang adalah kota yang rawan banjir. Kawasan Kampung Bintang, kecamatan Rangkui menjadi wilayah yang terdampak paling buruk dengan 49 peristiwa banjir pada 2019.

Selengkapnya...  

Laporan Terbaru Soroti Peran Kota dalam Aksi Iklim

Sebuah laporan multi-lembaga terbaru yang dikoordinasikan oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), menyoroti kembali peran kota dalam mendukung aksi iklim.

Selengkapnya...  

Sepuluh Kota Indonesia Berjuang untuk Beradaptasi dengan Multi-Risiko Iklim

"Kota-kota pesisir Indonesia dihadapkan pada tugas ganda: segera menghadapi urbanisasi dan beradaptasi terhadap bencana iklim. Bencana-bencana ini termasuk kekeringan, badai, banjir, gelombang pasang, dan polusi air."

Selengkapnya...  

Pekanbaru: Membangun Budaya Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Kemana sampah kita berakhir? Di Pekanbaru, seperti banyak kota lain, berakhir di tempat pembuangan sampah atau yang tidak diangkut berakhir di sungai atau dibakar. Pola pengangkutan dan pembuangan (pick up and dump) ini berdampak pada penurunan kualitas lingkungan perkotaan, termasuk perubahan iklim.

Selengkapnya...  

CRIC Hadiri Lokakarya Pertukaran Pengetahuan UE-Asean Pertama

Aniessa Delima Sari, Regional Project Manager, United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) mewakili CRIC Project menghadiri Lokakarya Pertukaran Pengetahuan Un Eropa-ASEAN yang Pertama bertema Kota Hijau dan Cerdas, di Pullman Hotel, Jakarta, Indonesia, Jumat, 22 Juli 2022.

Selengkapnya...  

Pengarusutamaan Ketahanan Iklim Menjadi Prioritas Kota CRIC

Kota telah mengidentifikasi aksi-aksi yang bisa meningkatkan ketahanan iklim. Pengarusutamaan aksi-aksi yang menunjang terciptanya ketahanan iklim akan menjadi prioritas kota di masa datang. Pernyataan ini diutarakan oleh Basuni, perwakilan kelompok kerja perubahan iklim Samarinda dari Dinas Lingkungan Hidup dalam forum dialog daring antara Kota-Kota Pelopor CRIC dan mitra, pada Kamis, 7 Juli 2022.

Selengkapnya...  

6

Air bersih dan sanitasi

 

water

11

Kota dan komunitas yang berkelanjutan

 

city

13

Aksi iklim

 

eye-earth

17

Kemitraan untuk mencapai tujuan

 

circles

10 kota percontohan dan yang lain-lain

loading
loader Loading the map

Kerja Sama Segitiga

Carte indoProyek CRIC didanai oleh Uni Eropa dan berlangsung 5 tahun dari 2020 hingga 2024. Proyek ini menginisiasi kemitraan jangka panjang melalui kerja sama antara kota-kota dan pusat penelitian di Eropa, Asia Selatan (India, Nepal, Bangladesh) dan Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand).

Pelaksanaan proyek akan berkontribusi pada pembangunan perkotaan yang terpadu dan berkelanjutan, perbaikan tata kelola, aksi adaptasi/mitigasi iklim melalui kemitraan jangka panjang, ketersediaan rencana aksi iklim daerah, sistem peringatan dini, pemantauan kualitas udara dan pengelolaan limbah melalui konsultasi dengan panel para ahli.

Proyek ini menyasar pemerintah kota dan seluruh pemangku kepentingan di perkotaan yang terlibat dalam isu perubahan iklim dan tata kelola. Perbaikan tata kelola iklim pada akhirnya akan bermanfaat bagi seluruh masyarakat, termasuk kelompok marjinal, perempuan, sektor swasta dan lain-lain.




Didukung Oleh

acr+UCLG ASPAC ecolise logo univ gustave eiffel AIILSG pilot4dev

CRIC
Kerjasama unik antara kota, pejabat, organisasi masyarakat sipil, dan akademisi menuju kota yang tangguh dan inklusif.

Didanai oleh UE

CRIC
Proyek ini didanai oleh Uni Eropa

Kontak

Aniessa Delima Sari

Pascaline Gaborit