Kota Berketahanan Iklim
yang Inklusif

Pangkalpinang adalah kota yang rawan banjir. Kawasan Kampung Bintang, kecamatan Rangkui menjadi wilayah yang terdampak paling buruk dengan 49 peristiwa banjir pada 2019.

Sebuah laporan multi-lembaga terbaru yang dikoordinasikan oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), menyoroti kembali peran kota dalam mendukung aksi iklim.

Kota-kota pesisir Indonesia dihadapkan pada tugas ganda: segera menghadapi urbanisasi dan beradaptasi terhadap bencana iklim. Bencana-bencana ini termasuk kekeringan, badai, banjir, gelombang pasang, dan polusi air.

Kemana sampah kita berakhir? Di Pekanbaru, seperti banyak kota lain, berakhir di tempat pembuangan sampah atau yang tidak diangkut berakhir di sungai atau dibakar.

Aniessa Delima Sari, Regional Project Manager, United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) mewakili CRIC Project menghadiri Lokakarya Pertukaran Pengetahuan Un Eropa-ASEAN yang Pertama bertema Kota Hijau dan Cerdas, di Pullman Hotel, Jakarta, Indonesia, Jumat, 22 Juli 2022.

Kota telah mengidentifikasi aksi-aksi yang bisa meningkatkan ketahanan iklim. Pengarusutamaan aksi-aksi yang menunjang terciptanya ketahanan iklim akan menjadi prioritas kota di masa datang. Pernyataan ini diutarakan oleh Basuni, perwakilan kelompok kerja perubahan iklim Samarinda dari Dinas Lingkungan Hidup dalam forum dialog daring antara Kota-Kota Pelopor CRIC dan mitra, pada Kamis, 7 Juli 2022.

Kota Bandar Lampung identifikasi kerentanan kota terhadap perubahan iklim dalam forum dialog daring yang dilaksanakan bersama dengan mitra CRIC (Climate Resilient and Inclusive Cities) pada Rabu, 29 Juni 2022 lalu.

Kota Kupang dan Pekanbaru memaparkan masalah-masalah lingkungan seiring terjadinya perubahan iklim. Masalah-masalah ini diungkapkan saat forum dialog daring antara Kelompok Kerja Perubahan Iklim dari Kota Kupang dan Kota Pekanbaru dengan mitra-mitra Climate Resilience and Inclusive Cities (CRIC), Rabu, 29 Juni 2022.

“Saya berharap kota-kota pelopor CRIC tidak mengulangi kesalahan yang dilakukan oleh kota-kota di Eropa selama satu abad terakhir,” ucap Sara Silva, Koordinator Proyek Ecolise dalam forum dialog daring antara kota-kota pelopor dan mitra internasional CRIC, Selasa, 28 Juni 2022.

Kota Ternate dan Mataram, keduanya adalah kota pelopor Climate Resilient and Inclusive (CRIC) menginformasikan status terkait rencana adaptasi dan mitigasi iklim kepada mitra internasional CRIC: Pilot4DEV dan ACR+, dalam forum dialog daring Kamis, 23 Juni, 2022. Proyek CRIC adalah proyek yang didanai oleh Uni Eropa dan diimplementasikan oleh UCLG ASPAC.

Share This

CRIC
Kerjasama unik antara kota, pejabat, organisasi masyarakat sipil, dan akademisi menuju kota yang tangguh dan inklusif.

Didanai oleh UE

CRIC
Proyek ini didanai oleh Uni Eropa

Kontak

Aniessa Delima Sari

Pascaline Gaborit