Lokakarya CRIC tentang Wilayah Pesisir dan Adaptasi Iklim

Pada tanggal 19 Maret 2021, Kota Berketahanan Iklim dan Inklusif mengadakan lokakarya tentang peningkatan kapasitas pesisir untuk mendukung solusi tangguh iklim terhadap bencana. Acara yang diselenggarakan oleh Pilot4Dev dengan dukungan dari UCLG ASPAC ini menghadirkan solusi dari para ahli dari Eropa, Indonesia, dan India untuk membantu pemerintah daerah di kota-kota pesisir dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim.  Acara yang dihadiri oleh lebih dari 80 peserta termasuk pembicara dan panelis ini berlangsung dengan sukses dan menarik minat yang cukup besar dari kota-kota yang berpartisipasi. 

Ringkasan Kebijakan: Mengintegrasikan Isu Ketahanan Iklim ke dalam Dokumen Perencanaan Pembangunan Kota

Kota-kota di Indonesia diproyeksikan akan menampung setidaknya 72,9% dari total populasi pada tahun 2045. Pertumbuhan kota akan membawa tantangan terkait upaya pemenuhan hak dan layanan dasar bagi kota, terutama di tengah perubahan iklim. Perubahan iklim telah berdampak pada peningkatan bencana hidrometeorologis dan tren ini diprediksi akan meningkat dengan kenaikan temperatur permukaan di seluruh wilayah Indonesia.

FGD: Mempertemukan Kebutuhan Kota dengan Keahlian Mitra

FGD: Linking Cities' Needs with Partners' Expertise

Proyek CRIC memastikan tercapainya kota yang berketahanan iklim yang inklusif, salah satunya dengan mempertemukan kebutuhan kota percontohan dengan keahlian para mitra akan pengembangan perangkat. Hal ini dilakukan dengan menggelar FGD tentang “Sektor Tematik dan Pengembangan Perangkat” dari 1-4 dan 11 Februari 2021. Laporan yang dihasilkan dari FGD menjadi dasar bagi proses pengembangan perangkat terkait pengelolaan sampah, air dan sanitasi serta sistem peringatan dini.

Diskusi Kelompok Terfokus CRIC – 1-4 dan 11 Februari 2021

Perubahan iklim telah mempengaruhi kawasan perkotaan; dampaknya tidak dirasakan dengan cara yang sama di semua kota. Setiap kota memiliki karakteristik yang berbeda, yang berpusat pada keterbatasannya dalam aspek fiskal, sosial, dan lingkungan.

Saatnya Kota Beraksi Mengatasi Tantangan Perubahan Iklim

Indonesia sedang berlomba dengan waktu. Dalam 10 tahun, pada 2030, kita perlu memenuhi komitmen NDC untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% melalui upaya sendiri dan 41% melalui kemitraan internasional. Indonesia juga telah berjanji untuk mencapai 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Peta jalan untuk mencapainya telah disusun, […]

Telah Terbit: Laporan Kajian Perkotaan Sepuluh Kota

CRIC telah menerbitkan Laporan Penilaian Perkotaan untuk 10 kota percontohan, setelah melalui proses penelitian selama tiga bulan dan Konsultasi Publik yang melibatkan para pemangku kepentingan di sepuluh kota serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Laporan ini, yang menyoroti tantangan dan peluang bagi kota-kota dalam menghadapi perubahan iklim, merupakan dokumen pendukung penting dalam pengembangan perkotaan […]

CRIC Mengawal Penyusunan KLHS-RPJMD di Samarinda

CRIC terlibat dalam Konsultasi Publik Kajian Lingkungan Hidup Strategis-Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (KLHS-RPJMD) Kota Samarinda 2021-2026 yang berlangsung secara daring via aplikasi Zoom pada 10 Desember 2020. Keterlibatan CRIC dalam kegiatan bertujuan memastikan bahwa isu ketahanan terhadap perubahan iklim dan inklusivitas terintegrasi dalam dokumen KLHS-RPJMD.