Pengetahuan

Bacaan

Selamat datang di Halaman Bacaan kami, di mana Anda akan menemukan koleksi berita, blog, dan acara-acara kami yang telah dikurasi. Jelajahi berbagai topik yang dirancang untuk menginspirasi dan memberi informasi, menawarkan perspektif dan ide berharga yang dapat Anda nikmati kapan saja.

Readings

Blog

Istilah 'pengungsi' mencakup semua hal dan bersifat inklusif. Karena hak untuk hidup di lingkungan yang aman dijamin oleh deklarasi universal hak asasi manusia, maka sah-sah saja bagi individu yang hidupnya dalam bahaya untuk mencari perlindungan.

Perubahan iklim tidak dapat dihindari oleh semua orang tanpa memandang suku, ras, dan jenis kelamin. Ada alasan mengapa IPCC menyatakan krisis iklim sebagai tantangan saat ini yang dihadapi manusia, di mana dampak dan implikasinya terlihat sama.

Aktivis keadilan iklim terkemuka, Greta Thunberg, pada hari Jumat, 27 Januari 2023, menyerukan agar ada tindakan segera untuk membantu mengatasi dampak perubahan iklim terhadap mereka yang terpaksa meninggalkan rumah mereka, atau pergi untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Berita

Peningkatan kapasitas memainkan peran penting dalam meningkatkan ketahanan kota dari perubahan iklim dan cuaca ekstrem di masa depan. "Memahami karakteristik lokal kota adalah kuncinya," kata Dr. Akhmad Faqih, pakar dari IPB University dalam Panel Diskusi Pertama Kota Tangguh dan Inklusif Iklim di Surabaya, 1 Maret 2023.

Proyek Climate Resilien and Inclusive Cities mengikuti acara Kemitraan untuk Kota Berkelanjutan - Pertemuan Pertama Para Mitra di Brussels, Belgia, antara 7-9 Maret 2023. Pertemuan yang diadakan di Auditorium Internasional, Roi Albert II Boulevard ini dibuka dengan Diskusi Panel dengan tema “The Cities programme in the wider context of EU Engagement Strategies”.

Proyek Climate Resilient and Inclusive Cities berhasil menyelenggarakan Panel Diskusi CRIC yang Pertama di Surabaya dari tanggal 1-3 Maret 2023. Acara ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari kota percontohan CRIC serta mitra CRIC dari Asia Selatan (AIILSG) dan Eropa (Pilot4Dev, Ecolise, ACR+ dan Gustave Eiffel University).

Rencana para mitra CRIC untuk mengunjungi kota-kota percontohan CRIC akhirnya dapat direalisasikan pada tanggal 19-28 Februari 2023, dua bulan setelah Pemerintah Indonesia melonggarkan pembatasan COVID-19 pada tanggal 30 Desember 2022. Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) merupakan inisiatif 5 tahun yang dilaksanakan oleh UCLG ASPAC bersama organisasi mitranya (Pilot4Dev, Universite Gustave Eiffel, ACR+, ECOLISE, dan AIILSG) dengan dukungan

Publikasi ini didanai dalam kerangka kerja proyek Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC), di mana Pilot4DEV menjadi salah satu mitranya. Proyek CRIC merupakan kolaborasi antara UCLG ASPAC, Pilot4DEV, ACR+, ECOLISE, AIILSG, dan Universitas Gustave Eiffel (Paris, Prancis). Proyek ini lahir pada tahun 2020 dan didanai oleh Uni Eropa

Planet kita menghadapi krisis tiga planet di tengah pandemi COVID-19 dan ketidakstabilan geopolitik. Krisis ini menghambat pencapaian SDGs di seluruh dunia. Krisis tiga planet tersebut adalah: perubahan iklim, polusi dan hilangnya keanekaragaman hayati.

CRIC menfasilitasi penyusunan rencana aksi iklim di melalui pelatihan adaptasi iklim (A1) pertama yang membahas Basis Ilmiah Perubahan Iklim serta Risiko dan Kerentanan Iklim.

Dua kota percontohan Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) di Samarinda dan Banjarmasin baru-baru ini mendapat penghargaan dari Direktorat Jenderal PPI, KLHK atas upaya mereka melaksanakan Proklim.