Selamat datang di Halaman Bacaan kami, di mana Anda akan menemukan koleksi berita, blog, dan acara-acara kami yang telah dikurasi. Jelajahi berbagai topik yang dirancang untuk menginspirasi dan memberi informasi, menawarkan perspektif dan ide berharga yang dapat Anda nikmati kapan saja.
Tiga Kota Percontohan CRIC, yaitu Pekanbaru, Samarinda, dan Mataram, telah menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan menerima penghargaan dari Indonesia Urban Resilience Forum (IURF) atas kontribusinya yang luar biasa dalam membangun lingkungan perkotaan yang berketahanan dan berkelanjutan di wilayah masing-masing.
Pada tanggal 2-3 Juli 2024, Rizki Satria, CRIC Project Field Officer, berpartisipasi dalam rapat koordinasi Kupang Climate Action Plan (CAP). Rapat yang diadakan di Ruang Rapat Pimpinan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana ini difokuskan untuk mempercepat penyelesaian laporan CAP. Welhelmus Mella, Dosen dan Ketua Tim Penulisan CAP Kupang dari Universitas Nusa Cendana
Proyek Kota Berketahanan Iklim dan Inklusif (Climate Resilient and Inclusive Cities/CRC) secara aktif mendukung kota-kota percontohan dalam mengintegrasikan strategi mitigasi dan adaptasi iklim ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD). Inisiatif ini bertujuan untuk memandu pertumbuhan berkelanjutan di kota-kota percontohan CRIC yaitu Kupang, Banjarmasin, Ternate, dan Gorontalo.
Pada tahap akhir pelaksanaannya, proyek Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC) menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dan memberdayakan kota-kota percontohan demi keberlanjutan jangka panjang melalui rapat koordinasi dengan para mitra yang diselenggarakan pada hari Kamis, 20 Juni 2024.
Climate Resilient and Inclusive Cities (CRIC), sebuah proyek iklim di bawah United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) menghadiri diskusi kelompok terarah untuk pemangku kepentingan non-pemerintah yang diselenggarakan oleh Direktorat Adaptasi, Direktorat Jenderal Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Proyek Kota Berketahanan Iklim dan Inklusif (CRIC) baru-baru ini menyelenggarakan Panel Ahli Tematik tentang Ketahanan Perkotaan dan Sistem Peringatan Dini pada tanggal 5 Maret di Makassar, Indonesia. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 100 peserta, termasuk perwakilan pemerintah daerah dari 10 kota percontohan CRIC dan para pemangku kepentingan, mitra strategis, serta para ahli di bidang sistem peringatan dini dan